• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Septia Kurnia Rini.

PMI asal Jember Septia Kurnia Rini mengalami sakit dengan tangan dan kaki hitam mengeras usai menjalani operasi di Singapura saat ditemui pada Jumat (20/12/2024). (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Kisah Pilu Septia Kurnia Rini, PMI asal Jember Alami Penyakit Aneh usai Operasi di Singapura: Kaki-Tangan Hitam dan Mengeras

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jember, Septia Kurnia Rini mengalami sakit yang menyebabkan kaki dan tangannya berwarna hitam dan mengeras. Perempuan berusia 38 tahun itu mengalami penyakit yang tidak biasa usai dirinya menjalani dua kali operasi di Singapura, negara tempat dia bekerja sebagai helper.

Septia Kurnia Rini mengaku, dirinya telah bekerja di Singapura selama tiga tahun. Dia juga sempat memperpanjang kontrak kerjanya dan terpaksa berhenti sebelum kontrak habis karena kondisinya tidak memungkinkan.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

“Saya berangkat dari 2021 dengan employer yang sama renew kontrak, sebenarnya ini belum habis, karena saya sakit jadi majikan memulangkan saya,” ujar Septa sapaan akrabnya, saat ditemui Tugujatim.id pada Jumat (20/12/2024).

Kejadian awal bermula saat Septa mengeluhkan sakit bisul di antara pahanya. Akan tetapi, bisul yang dideritanya itu tidak terdapat mata atau benjolan, tetapi berwarna merah dan sakit.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Biliar di Surabaya Paling Hits untuk Anak Muda, Lengkap dengan Tarif Termurah Rp36 Ribu Per Jam

“Saya bilang ke majikan untuk meminta obat pereda nyeri, painkiller, karena saya nggak tahan sakitnya ada bisul dan majikan bilang adanya Panadol. Setelah saya minum Panadol satu lembar itu tidak ada efeknya sama sekali, tetap masih sakit,” jelas Septa saat ditemui Tugujatim.id duduk di atas ranjang kamarnya.

Septa sempat menuju ke klinik untuk berobat secara mandiri saat majikannya sedang berpergian ke Lombok di Indonesia. Keterangan pihak klinik pun menyatakan bahwa penyakit yang dideritanya adalah bisul. Dari situ, Septa mendapatkan obat dan salep yang tidak memberikan efek apa pun terhadap kondisi sakitnya.

Selang dua hari, Septa menuju Sengkang General Hospital ditemani oleh adik majikannya. Pihak dokter di Sengkang Hospital pun mengaku bahwa penyakit yang diderita Septa adalah bisul.

Baca Juga: Pernak-pernik Wisuda XXI Unim Mojokerto: The Millenial Graduates dan Kolaborasi Dadakan 4Sekawan

“Akhirnya waktu itu juga dilakukan operasi. Setelah operasi pun saya tidak sadar, koma sembilan hari. Bangun-bangun hitam semua, tangan sama kaki hitam. Keadaan tangan dan kaki dibungkus dengan kain dan handuk serta diikat, jadi saya nggak bisa gerak,” terang Septa.

Setelah bungkusan kaki dan tangannya dibuka, dokter pun tidak menjelaskan apa yang sedang terjadi kepada Septa. Dari kejadian itu, pihak employer yang membawa Septa kerja di Negeri Singa itu memulangkannya.

“Memulangkan saya ke Batam, saya di sana selama tujuh hari terus saya minta pulang ke sini (Kabupaten Jember, Red) ke KBRI. Sampai di Jember tanggal 28 Oktober 2024, sampai sekarang tidak ada komunikasi sama majikan,” ujar Septa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniKabupaten Jember hari iniKisah PMI di JemberPenyakit aneh PMI di JemberPMI asal JemberPMI Jember idap penyakit aneh
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Jember.

Jelang Nataru, Tujuh Pos Pengamanan Rawan Macet Disiagakan di Kabupaten Jember

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID