TUBAN, Tugujatim.id – Enam warga yang tinggal di Perumahan Widengan Gedongonbo, wilayah pedesaan yang terletak di pinggiran kota, menghadapi ancaman serius dari serangan nyamuk demam berdarah (DB). Serangan nyamuk Aedes Aegytpi ini telah menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan dan keselamatan warga setempat.
Menurut salah satu warga perumahan setempat Ahmad Ainurrofiq menyampaikan, serangan nyamuk demam berdarah telah meningkat secara signifikan dalam beberapa minggu terakhir di wilayah tersebut. Warga melaporkan adanya peningkatan kasus demam dan gejala yang terkait dengan penyakit DB, termasuk demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan ruam kulit.
Baca Juga: Tiga Residivis Curanmor Dibekuk Polres Mojokerto Kota, Polisi Masih Buru Penadah
“Untuk saat ini kami laporkan di Gang Selo Keling/Gang Dawis 4, Perumahan Widengan Indah Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, bertambah lagi terjangkit DB total sudah 6 orang. Ada yang belum keluar RS dan ada yang baru masuk RS,” kata Rofiq, sapaan akrabnya, pada Senin (01/04/2024).
Warga setempat telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari serangan nyamuk demam berdarah tersebut, termasuk menggunakan kelambu saat tidur, memasang jaring nyamuk di jendela, dan menggunakan obat anti-nyamuk secara teratur.
Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil mengendalikan populasi nyamuk yang terus bertambah.
“Kami sudah menyampaikan ke pihak terkait. Namun belum ada respons,” ucapnya.
Pemerintah setempat telah diharapkan untuk segera merespons situasi ini dengan mengirimkan tim medis untuk memberikan perawatan dan memerangi populasi nyamuk yang berkembang biak. Selain itu, kampanye penyuluhan masyarakat tentang pencegahan DB juga dianggap penting untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi risiko penyebaran penyakit ini di antara warga.
Sementara itu, Camat Semanding drh Cipta Dwipriyata mengatakan, pihaknya telah koordinasikan dengan kepala Puskesmas Wire dan lurah Gedongombo, Kecamatan Semanding, untuk segera buat permohonan.
“Iya Bu, tadi kepala Puskesmas Wire sudah hubungi bidan kelurahan untuk tindak lanjutnya,” katanya.
Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kabupaten Tuban Esti Surahmi dari hasil koordinasi dengan jajaran ternyata di wilayah tersebut sudah 2 kali fogging. Yakni pada 2 Februari dan 6 Maret 2024.
“Teman-teman masih kroscek jadwal dan laporan puskesmas permintaan fogging. Harapan kami masyarakat bergerak kerja bakti PSN 3MPlus,” harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








