JEMBER, Tugujatim.id – Baru-baru ini, sebanyak 2.781 mahasiswa baru (maba) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) selama hampir sepekan pada 26-30 Agustus 2024.
Acara dibuka dengan penabuhan kentongan serta pelepasan burung merpati secara simbolis di lapangan Imam Nahrowi UIN KHAS Jember. Sebagai lambang perdamaian dan harapan bagi mahasiswa baru untuk terbang tinggi meraih impian mereka di dunia akademik.

Ribuan mahasiswa itu berasal dari berbagai fakultas di UIN KHAS Jember. Termasuk ada Muhammad Feriyanto, mahasiswa baru difabel dari Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Fakultas Syariah. Dia mengaku antusias mengikuti PBAK bersama banyak mahasiswa lainnya. Dia bertekad ingin segera melanjutkan pendidikan untuk mewujudkan harapan orang tua.
“Motivasi utama ibu. Ya, ibu saya yang hanya tamatan sekolah dasar (SD) mempunyai harapan besar kepada anak terakhir untuk berpendidikan lebih dari ibu. Nah, saya adalah anak terakhir. Kakak juga sangat men-support,” ujarnya.
Selain itu, PBAK ini juga diikuti lima maba asing yang berasal dari Thailand. Kelima maba itu adalah Khairul Anwar Deesaeh, Tarmizi, Aiman, Rosalee Sama-ae, dan Walif Sailamu. Kehadiran mereka yang tersebar di berbagai prodi itu dalam upaya menjalin hubungan internasional.

Selain itu, juga menekankan pentingnya toleransi, persatuan, dan memperkaya diskusi mengenai budaya dan sistem pendidikan yang berbeda, memberikan perspektif baru bagi mahasiswa lokal tentang bagaimana perbedaan dapat menjadi kekuatan dalam berkolaborasi.
Puncaknya, PBAK ditutup dengan sholawat bersama di depan halaman Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN KHAS Jember. Ketua Panitia PBAK 2024 Dr Minan Jauhari menjelaskan, PBAK tahun ini mengusung konsep yang berbeda dengan tahun sebelumnya dengan mengajak mahasiswa baru sholawat bersama.
“Panitia punya keinginan menyampaikan bahwa ada tokoh kharismatik yang harus kita kenal, yang beliau pesankan sholawat salah satunya kepada kita semua,” ungkapnya.
PBAK, dia mengatakan, dinilai menjadi momentum tepat mengenalkan empat pilar ajaran ulama yang namanya telah disematkan pada kampus UIN KHAS Jember. Di mana, di antaranya empat pilar itu adalah sholat berjamaah, membaca Al-Qur’an, membaca sholawat, dan tidak dzalim kepada orang lain.
Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni berpesan akan pentingnya menanamkan nilai-nilai religius, kebangsaan, dan kemanusiaan sejak dini kepada para mahasiswa. Dia berharap agar maba mampu menjalani kehidupan akademik yang berlandaskan pada nilai-nilai moral serta peduli terhadap sesama. Sebab, PBAK menjadi tempat untuk melakukan orientasi dengan fokus pada pendidikan smart.

“Di mana dalam proses ini, mahasiswa melakukan dengan senang hati, tanpa tekanan, tanpa penjajahan dan diskriminasi. Sehingga pendidikan sakti menjadi solusi utama yang mampu diorientasikan untuk menghadapi berbagai problem, di antaranya problem mahasiswa, masyarakat, maupun umum,” ujarnya.
Lebih jauh, penutupan PBAK juga diisi dengan penyerahan hibah 3.000 buah caping kepada Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI). Agenda simbolis ini merupakan kali pertama dalam sejarah PBAK UIN KHAS Jember melibatkan peran petani.
Penyerahan caping ini merupakan simbol penghormatan dan dukungan kepada petani Indonesia yang berperan vital dalam ketahanan pangan nasional. Sekaligus menandai kolaborasi penting antara dunia akademik dan sektor pertanian dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








