MALANG, Tugujatim.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) menggelar Sertifikasi Kompetensi Manajemen Sumber Daya Manusia bagi mahasiswa aktif, fresh graduate, maupun alumni yang berkecimpung di dunia bisnis.
Kegiatan sertifikasi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) itu terbagi atas tiga kegiatan, yaitu pelatihan, pengumpulan portofolio, dan ujian sertfikasi yang dimulai pada 9 Mei 2023. Terselenggara atas kerja sama FEB Unisma, Kadin Institute, dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Manajemen Sumber Daya Manusia Profesional.
Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi mengatakan bahwa sertifikasi ini didesain dengan bimtek terpadu. Menghadirkan narasumber dari praktisi human resources manajemen di beberapa BUMN ternama.

Dengan mengikuti kegiatan ini, kata dia, mahasiswa mendapatkan keuntungan ganda, yaitu sertifikat kompetensi dari BNSP, di mana sertifikasi kompetensi ini bermanfaat untuk karir di masa kini dan mendatang.
Diana menekankan bahwa sumber daya manusia kompeten merupakan modal yang baik dalam meningkatkan kinerja organisasi. Untuk itu, butuh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tepat.
Kata dia, profesi human resources management di perusahaan berperan penting dan membutuhkan banyak keahlian khusus, seperti kompetensi pengembangan karyawan, hubungan industri, negosiasi dan komunikasi, dan sebagainya.

“Pentingnya sertifikasi ini sebagai bekal bagi mahasiswa dalam menyiapkan karir di dunia usaha dan dunia industri. Apalagi Permenaker 115 tahun 2022 tentang Pemberlakuan Wajib Sertifikasi Kompetensi Kerja Bagi Tenaga Kerja Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, sehingga perlu diikuti oleh calon lulusan,” tutur Diana.
Kegiatan ini menghadirkan dua orang asesor dari LSP Manajemen Profesional dengan tujuan untuk menilai seseorang apakah sudah kompeten di semua unit yang ada di skema HRD Staff.
Kata dia, sertifikasi ini juga sebagai bukti tambahan atau bukti pendamping baik ijazah yang digunakan oleh asesi selama dia mengikuti pendidikan formal sehingga ada nilai lebih ataupun pembanding untuk perusahaan. Di samping memberikan legitimasi kompetensi kerja mahasiswa, dalam bidang peternakan dan implementasi pencapaian impelemetasi Indikator Kinerja Utama (IKU).

Lebih lanjut, Diana menegaskan bahwa calon lulusan dan alumni yang memenuhi harapan kebutuhan industri inilah akan mendukung karir di dunia kerja. “Sumber daya manusia yang memiliki sertifikasi kompetensi lebih employable dan produktif,” pungkasnya.(ads)








