PASURUAN, Tugujatim.id – Setelah beraktivitas hampir seminggu penuh, kini saatnya melakukan kegiatan yang menyenangkan di akhir pekan. Mengisi akhir pekan di Kebun Raya Purwodadi bisa menjadi alternatif untuk membuat suasana hati lebih produktif saat kembali bekerja.
Salah satu aktivitas akhir pekan di Kebun Raya Purwodadi yang bisa dimanfaatkan adalah kelas edukasi Mounting Platycerium yang dilaksanakan tepat di depan taman evolusi.
Kelas edukasi Mounting Platycerium ini diawali dengan berkeliling Kebun Raya Purwodadi menggunakan suttle bus. Artinya, peserta akan diantar dengan suttle bus menuju lokasi kelas edukasi dilaksanakan sembari menikmati pemandangan saat di perjalanan.
Ketika sampai tepat di depan taman evolusi, peserta akan disuguhi suasana yang rindang dan sejuk. Suasana ini membuat para peserta bisa menikmati kegiatan dan fokus terhadap beragam informasi dan materi yang dijelaskan oleh tim edukasi hortikultura Kebun Raya Purwodadi.
Setelah itu, kegiatan diisi dengan pengenalan. Pada pengenalan awal ini, peserta dikenalkan dengan beragam bahan dan alat yang digunakan untuk membuat Mounting Platycerium.
Baca Juga: Kebakaran Kantor PNM Mojokerto, Empat Motor Karyawan Hangus Tinggal Rangka
Bahan yang digunakan, di antaranya ada media tanam seperti substrat moss hitam dan substrat cocofiber, tali ijuk hitam, benang jahit, papan mounting, B1 dan tanaman Platycerium. Sedangkan alat-alat yang digunakan yaitu apron, gunting, box countainer, dan sprayer.
Setelah mengenal seluruh bahan dan alat yang digunakan, peserta kelas edukasi Mounting Platycerium dipersilakan memilih tanaman Platycerium dan papan mounting yang telah disediakan.
Dilanjutkan dengan mengikat Platycerium pada papan mounting yang menggunakan tali ijuk hitam hingga kuat. Kemudian, pemberian media tanam substrat cocofiber dan substrat moss hitam yang diikat dengan benang jahit secara melingkar.
Tahap tersebut yang disebut dengan proses mounting. Proses mounting yaitu perekatan atau penutupan dengan menggunakan media tanam, baik substrat cocofiber dan substrat moss hitam.
Proses ini akan membuat seluruh peserta kelas edukasi Mounting Platycerium tertantang dengan hal baru. Hal itu dirasakan oleh salah satu peserta dari Malang bernama Iqbal Rizky.
Iqbal menyampaikan, mounting ini menjadi pengalaman baru baginya.
“Mounting ini lumayan susah tetapi saya jadi tertantang untuk bisa menyelesaikan hingga rapi seperti contoh yang dibuat oleh tim horti Kebun Raya Purwodadi,” ujarnya.
Selain itu, beragam jenis dan ukuran Mounting Platycerium juga dapat dilihat pada vertical garden di taman evolusi Kebun Raya Purwodadi.
Karena itu, setelah menyelesaikan Mounting Platycerium, seluruh peserta kelas edukasi Mounting Platycerium diajak menuju taman evolusi dengan bersama tim edukasi. Selama perjalanan, mereka diberikan banyak pengetahuan tentang bagaimana tumbuhan berevolusi.
Sementara itu, General Manager Kebun Raya Purwodadi Galendra Jaya megatakan, kelas edukasi Mounting Platycerium ini menjadi agenda pilihan untuk mengisi akhir pekan di Kebun Raya Purwodadi. Karena itu, kelas ini terbuka bagi penggemar tanaman maupun seluruh pengunjung.
“Ini merupakan salah satu kelas edukasi yang bisa diikuti oleh penggemar tanaman maupun pengunjung. Kelas ini menjadi salah satu agenda alternatif mengisi waktu di akhir pekan maupun long weekend di Kebun Raya Purwodadi,” kata dia.
Tidak hanya kelas edukasi Mounting Platycerium, Galendra menambahkan, Kebun Raya Purwodadi juga menyediakan berbagai aktivitas kelas yang tidak kalah seru dan berkesan.
“Kebun Raya Purwodadi memiliki beragam kelas edukasi yang dapat diikuti di tiap bulannya, seperti kelas edukasi terrarium, kokedama, anggrek, maupun kelas edukasi tanaman karnivora,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








