Sidak Pasar Takjil, BPOM dan Dinkes Kota Kediri Temukan 1 Makanan Mengandung Borak

Sidak Pasar Takjil, BPOM dan Dinkes Kota Kediri Temukan 1 Makanan Mengandung Borak

  • Bagikan
Kepala Dinkes Kota Kediri, Fauzan Adima, gelas sidak di Pasar Takjil, Rabu (6/4/2022).
Kepala Dinkes Kota Kediri, Fauzan Adima, gelas sidak di Pasar Takjil, Rabu (6/4/2022). (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id –  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) gelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah pasar takjil Kota Kediri, Rabu (6/4/2022). Dari 20 sampel makanan yang diuji ditemukan 1 makan mengandung borak.

Sidak pasar takjil tersebut dilakukan di dua tempat, yaitu di jalan Hayam Wuruk dan di Taman Sekartaji Kota Kediri. Total terdapat 35 sampel yang diperiksa dari dua tempat tersebut. Di jalan Hayam Wuruk, petugas mengambil 20 sampel makanan mulai dari agar-agar dari es campur, manisan, bakso, sirup, dan makanan yang dicuriga mengandung borak dan formalin.

Kepala Loka POM Kabupaten Kediri, Joni Edrus Setiawan, ditemui setelah pengujian sampel takjil mengatakan bahwa dari 35 jenis makan yang diambil dari pedagang takjil di dua tempat, 1 jenis makanan terbukti mengandung borak. Dia mengatakan, makan yang mengandung borak itu berjenis makanan ongol-ongol.

Makanan berjenis ongol-ongol terbukti mengandung borak.
Makanan berjenis ongol-ongol terbukti mengandung borak. (Foto: Pipit Syahrodin/Tugu Jatim)

“Ciri-ciri makanan yang mengandung borak ini biasanya teksturnya lebih kenyal dan tahan lama, dari 35 sampel hanya satu. Lainnya negatif semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Fauzan Adima, mengungkapkan setelah mendapati adanya temuan makan yang mengandung zat berbahaya itu, pihaknya langsung mengamankan makanan tersebut dan memberikan pembinaan untuk pedagang.

Fauzan menambahakan dugaan sementara borak itu berasal dari bahan dasar yang digunakan pedagang untuk membuat jajanan tersebut. Untuk itu, dengan adanya temuan tersebut pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjut ke pasar yang lebih besar untuk memastikan bahan pangan di Kota Kediri tidak mengandung zat kimia berbahaya.

“Tadi langsung kami amankan, pedagangnya juga kami beri pembinaan, diduga itu dari tepung yang digunakan. Karena tujuannya untuk menekan biaya produksi maka tepung yang digunakan jenis yang rendah, nanti akan kami periksa juga di pasar yang besar. Ini kan hilirnya, nanti kami akan periksa hulunya juga,” pungkasnya.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

  • Bagikan