TUBAN, Tugujatim.id – Perencanaan pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dinilai kurang matang. Indikasinya, terjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) 2022 dengan nilai tinggi.
“Perencanaan yang kurang matang. Akhirnya di lapangan terjadi kendala teknis, baik proses lelang maupun pengerjaannya,” ujar Ketua DPRD Tuban, Miyadi, pada Jumat (3/3/2023).
Miyadi mengatakan, banyak keterlambatan dan ketidaksinkronan pengerjaaan yang disusun sebelumnya, sehingga batal dilelang. Akhirnya, banyak rencana proyek yang sebelumnya direncanakan pada 2022 batal.

“Barukan proses lelang lagi pada tahun ini,” ucapnya.
Dia menyarankan Pemkab Tuban berbenah selama proses penyusunan perencanaan anggaran. Harapannya, tak terjadi keteledoran maupun keterlambatan lelang, dan tidak terbengkalai dari perencanaan yang telah disusun sebelumnya.
“Penyerapan yang paling lambat dinas PUPR dan PRKP, sebab yang paling banyak lelang fisik,” bebernya.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mengatakan bahwa Silpa 2022 mencapai Rp686 miliar. Penyebabnya, sejumlah proyek infrastruktur yang lewat waktu, seperti Gedung Olahraga (Gor) Rangga Jaya Anoraga, rest area, dan alun-alun.

“Kalau sampai akhir tahun 86 persen, serapan ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 70 persen,” ujarnya, pada Jumat (3/3/2023).
Pria yang juga Ketua DPD Partai Golkar Tuban ini menyampaikan, selain pengerjaan proyek lewat waktu, penyebab Silpa adalah mempersiapkan dana cadangan Pilkada di P-APBD 2022. “Karena ada aturan baru dari pusat, sehingga masuk dalam Silpa,” pungkasnya.







