Simpul Kebaikan Yang Menyatukan

Simpul Kebaikan Yang Menyatukan

  • Bagikan
Erwan Widyarto, wartawan senior yang tinggal di Yogyakarta/tugu jatim
Erwan Widyarto, wartawan senior yang tinggal di Yogyakarta. (Foto: Dokumen)

Oleh: Erwan Widyarto, Penulis wartawan senior yang tinggal di Yogyakarta.

Tugujatim.id – Bergabung di Jejaring Saudagar Muhammadiyah (JSM) menjadi jalan untuk bertemu dangan para mentor bisnis yang keren. Banyak forum pembelajaran yang digelar untuk mengembangkan dan meningkatkan bisnis para anggotanya. Sejumlah forum digelar. Ada yang secara rutin setiap Rabu pagi berupa JSM Morning Talk, ada webinar lewat Zoom yang digelar secara periodik.

Apa yang berkembang dalam satu forum, kemudian ditindaklanjuti dengan action berikutnya. Salah satunya saat JSM Morning Talk #3 tanggal 29 Juli 2021 yang menghadirkan Bu Hj. Nurhayati Subakat, Founder dan CEO PT. Paragon Technology Innovation yang menaungi Wardah Cosmetics. Perusahaan kosmetik halal terbesar di Indonesia.

Apa yang disampaikan Nurhayati Subakat sangat menarik minat para peserta JSM Morning Talk. Acara yang biasa digelar Rabu pagi jam 06.00-08.00 ini, khusus untuk mengakomodasi waktu luang Bu Nurhayati digelar di hari Kamis. Meski waktu digeser, acara ini diikuti oleh ratusan peserta. Tidak hanya dari Yogyakarta. Banyak peserta dari luar, bahkan luar Jawa.

Para peserta antusias dengan paparan Nurhayati. Apalagi dibuka peluang untuk berkolaborasi, menjadi partner usaha Wardah kosmetik. Lewat program Paragon Business Partner (PBP). Maka, pengurus JSM pun kemudian menindaklanjuti keinginan peserta ini dengan menggelar zoom meeting. Agendanya khusus bagaimana menjadi partner Paragon. Bagaimana menjadi bagian dari usaha Wardah kosmetik. Digelar pada hari Sabtu, 31 Juli 2021. Hanya dua hari setelah paparan Bu Nurhayati.

Peserta yang berminat diminta mengirim nama dan nomor Whatsapp (WA). Kemudian dibuat grup sendiri. Istri saya yang gabung, mengirimkan nomor WA-nya. Kemudian mendapat link untuk ikut zoom meeting khusus tersebut. Saat zoom itu, saya ikut “ngintip“, mengikuti paparan tim Paragon.

Dalam forum inilah, visi, misi dan value Paragon Technology Innovation dipaparkan. Para peserta diharapkan mengerti, memahami dan menjadikan nilai-nilai tersebut dalam menjalankan usaha bersama Paragon.

Dari program PBP misalnya, dengan rinci disebutkan langkah yang ditempuh program ini adalah pertama untuk mengenal diri sendiri. Bisa menilai kemampuan sendiri, potensi yang dimiliki dan bagaimana memaksimalkan potensi tersebut.

Kedua, membangun purpose. Menetapkan tujuan untuk  meraih keberkahan.  Ketiga, membangun mindset dan skill enterpreneurship. Dan keempat, membangun komunitas kebaikan dan menjadi pengusaha.

Di sinilah terlihat nilai utama Paragon yaitu menyebarkan kebaikan dan manfaat.

Nilai Yang Diusung Paragon

Kemudian dipaparkan pula value Paragon, yaitu nilai yang mendasari gerak dan usaha Paragon menjadi perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia. Perusahaan yang memiliki spirit NKRI. Kendati ditawar dengan harga tinggi oleh perusahaan asing, tidak akan pernah dijual.

“Selama masih ada merah putih berkibar, selama masih ada NKRI, Wardah tidak akan kami jual. Berapapun tingginya harga penawaran,“ tegas Nurhayati.

Dari berbagai informasi disebutkan sejumlah perusahaan kosmetik besar di dunia ingin membeli perusahaan Wardah ini dengan harga bernilai triliun rupiah.

“Sebenarnya kalau sudah punya uang triliunan, tinggal ongkang-ongkang sudah enak ya? Tapi kami dan anak-anak berkomitmen Wardah tidak akan dijual. Ini bisa menjadi sarana kami berbagi kebaikan,“ tambah Nurhayati.

Nilai-nilai Paragon itu adalah 3K, Ketuhanan, Kepedulian serta Ketulusan dan Kebaikan. Nilai ketuhanan mengajarkan bahwa semua yang terjadi atas izin Allah. Nilai kepedulian, mengarahkan pada sikap untuk selalu bisa berempati dan berbagi.

Berbagi kebaikan dan empati itu harus dilandasi oleh ketulusan, keikhlasan. Tidak mengharapkan balasan karena semuanya diniatkan karena Allah semata. Nilai-nilai itulah yang harus mewarnai sikap dan keseharian mereka yang bergabung dan menjalankan bisnis Paragon Technology Innovation (PTI) atau Wardah Kosmetik.

Ada satu nilai yang tersirat dalam penjelasan Nurhayati Subakat, yakni keindonesiaan. Patriotisme. Kecintaan pada bangsa Indonesia. Dengan tidak mau menjual perusahaan kepada pemodal asing, Wardah telah menunjukkan bahwa membangun pride, kebanggaan, sebagai bangsa yang bisa berkompetisi di tingkat dunia adalah penting.

Nilai-nilai itu pula yang mendasari PTI memproduksi kosmetik yang baik, berkualitas dan halal.

Paragon dan Aqua Dwipayana

Begitu mendengarkan nilai-nilai yang diusung Paragon tersebut, ingatan saya melayang ke sosok Aqua Dwipayana. Saya pun manggut-manggut, mendapat pemahaman mengapa selama ini Aqua Dwipayana dan Paragon Technology Innovation, bisa berkolaborasi, menebar kebaikan bersama-sama di berbagai kota di Indonesia.

Motivator dan penulis buku super best seller tersebut, lewat berbagai tulisan dan kiprahnya, juga mengabarkan nilai-nilai yang dia bawa. Nilai Ketuhanan sangat jelas dia tekankan. Mulai dari jargon khasnya, “atasan saya hanya Tuhan“ hingga “kita ini hanya dititipi rezeki oleh Allah SWT dan menjadi jalan bagi orang lain.“

Nilai Ketuhanan seorang Aqua juga terlihat dari berbagai sikapnya dalam menghadapi sesuatu. Sama seperti yang diyakini Paragon, semua hal terjadi karena Allah swt. Aqua pun selalu bersikap seperti itu.

Misalnya dalam tulisannya soal OKB (Orang Kaya Baru) yang banyak mendapat tanggapan, Aqua menulis, “kalau sudah diingatkan baik-baik tetap tidak berubah, jangan dipaksakan. Bisa mengganggu hubungan dan silaturahim dengan OKB itu. Serahkan sepenuhnya kepada TUHAN. Bagi-NYA dengan sekejap bisa dituntaskan.“

Kemudian soal nilai Kepedulian. Sudah sangat banyak bukti yang menunjukkan kepedulian seorang Aqua. Mulai dari membantu seorang mahasiswa yang kesulitan biaya, mencarikan ambulans untuk pemakaman ibunda kawannya, membayar biaya kontrak rumah wartawan senior, dll. Kalau ditulis bisa berpuluh-puluh halaman.

Nilai yang dianut Paragon berikutnya adalah Ketulusan dan Keikhlasan. Hal tersebut juga nilai yang melekat dan terlihat pada sosok ayah dua anak ini. Dari kiprahnya sebagai “Master of Silaturahim“ –begitu sebutan saya dalam buku “Produktif Sampai Mati,“ terlihat bagaimana Aqua menyebarkan kebaikan, membantu orang lain dengan tulus dan ikhlas.

Tidak pernah mengharapkan balasan dari yang dibantu. Hanya mengharapkan pahala dari Allah swt semata. Tidak ada pamrih. Tidak ada embel-embel kontraprestasi atau timbal balik dari setiap kebaikan yang dia berikan. Saya melihat dan merasakan sendiri ketulusan dan keikhlasan ini sejak mengenal seorang Aqua Dwipayana.

Tidak hanya bisa dilihat pada kiprahnya memberikan motivasi dan sharing di jajaran TNI dan Polri yang tidak pernah mau dibayar. Melainkan bisa dilihat jejaknya pada setiap laku kebaikan dan kepedulian Aqua dan juga keluarganya.

Kalimat yang sering diucapkan Aqua dan menggambarkan ketulusan dan keikhlasan adalah “jangan pernah pikirkan yang bisa didapatkan,  lakukan yang dapat diberikan.“ Catatan kebaikan yang tulus ini sudah banyak ditulis oleh kawan-kawan. Jika sekadar mencari bukti jejak digital, bisa di-searching di internet atau di Whatsapp.

Ketuhanan, Kepedulian, Ketulusan dan Keikhlasan yang menjadi nilai Paragon ternyata persis, plek, dengan yang selama ini dijalani Aqua Dwipayana. Tak heran jika keduanya, Paragon dan Aqua bisa berjalan bersama menyebarkan program kebaikan di dunia pendidikan.

“Jalan bareng“ antara Paragon dan Aqua Dwipayana ini bisa dilihat dari penerbitan buku, dukungan program Umrah gratis The Power of Silaturahim (POS), dan kolaborasi untuk kegiatan sosial di bidang pendidikan dan komunikasi di seluruh Indonesia.

Dalam salah satu tulisan yang di-share ke ribuan anggota komunitas Komunikasi Jari Tangan, pada 7 November 2020, Aqua menuliskan seperti ini, “selain mensponsori dua buku yang nilainya ratusan juta rupiah itu, saya dan Salman sepakat mulai awal tahun depan melakukan kolaborasi strategis yang erat untuk melaksanakan berbagai kegiatan sosial di seluruh Indonesia. Beliau melihat potensi yang besar pada saya untuk aktivitas itu.

Fokusnya adalah di sektor pendidikan dan media yang dikaitkan dengan komunikasi. Salman yang memiliki banyak sumber daya untuk mewujudkan niat mulia tersebut ingin mengoptimalkan semua potensi yang ada.“

Yang dimaksud Salman adalah Chief Executive Officer (CEO) Paragon Technology and Innovation Salman Subakat. Salman adalah salah satu putera Nurhayati Subakat. Saat ini, setiap tahun, Paragon memproduksi 95 juta produk perawatan muka dan pribadi. Paragon Technology and Innovation merupakan perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia dan pemegang beberapa merek unggulan seperti Wardah, Make Over, Emina, IX, Putri dan Kahf.

Nilai-nilai itulah yang semakin memantapkan istri saya untuk semangat mengembangkan usaha Wardah Kosmetik dengan bergabung di komunitas Kebaikan Paragon Business Partners (PBP).

Alhamdulillah, istri yang sebelumnya hanya konsumen produk kosmetik Wardah, sekarang menjadi bagian dari pengembang usaha. Dan, sudah membuktikan produk Wardah, Emina dan Kahf memang luar biasa. Saya mencoba produk baru, minyak wangi Kahf untuk pria, harumnya luar biasa. Harganya sangat terjangkau. Kalau Anda mau, bisa pesan lewat istri saya, hehehe..

  • Bagikan