MOJOKERTO, Tugujatim.id – Simulasi pengamanan dalam Operasi Mantap Praja Semeru 2024 dilakukan pada Jumat (16/08/2024). Simulasi yang dilakukan oleh Polres Mojokerto ini misalnya berfokus pada tahapan awal hingga tahapan pemungutan serta penghitungan suara Pilkada November 2024.
Gelaran pilkada yang semakin dekat menjadi atensi pihak keamanan di Mojokerto. Karena itu, sejumlah 1.600 personel turut disiagakan guna menjaga keamanan dan ketertiban sebelum, selama, hingga sesudah Pilkada November 2024 selesai.
Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto menjelaskan, operasi yang dimaksud berlangsung sejak 19 Agustus hingga 31 Desember 2024.
Baca Juga: Geledah Kantor Gubernur Jatim selama Lebih dari 7 Jam, KPK Sita 1 Koper Dokumen
“Kami berharap Mojokerto kondusif dan aman. Selain itu, peran media juga penting dalam menyebarkan informasi-informasi yang sejuk dan damai,” ujar AKBP Ihram, Jumat (16/08/2024).
Sekira 1.600 personel gabungan, AKBP Ihram melanjutkan, dikerahkan guna menunjang keamanan dan ketertiban Pilkada 2024. Personel gabungan tersebut terdiri dari unsur tentara, polisi, termasuk satuan polisi pamong praja (satpol PP) dan linmas.
Saat simulasi, sejumlah personel melakukan peragaan sejumlah formasi pengamanan. Selain itu, beberapa unit kepolisian seperti unit K9, unit pengurai massa termasuk mobil water cannon dari Samapta diterjunkan guna meredam potensi kericuhan akibat aksi massa yang tidak terkendali.
Soal peta kerawanan, AKBP Ihram mengaku wilayah Mojokerto masih relatif aman.
Baca Juga: H-1 Jelang HUT Kemerdekaan RI, Kantor Gubernur Jatim Dihadiahi Penggeledahan KPK
“Alhamdulillah hingga saat ini, berdasarkan indikator dari tim penilai, wilayah Mojokerto insyaa Allah aman,” bebernya.
Meski demikian, AKBP Ihram turut mewanti-wanti kepada siapa saja yang berbuat onar saat kontestasi Pilkada Mojokerto 2024 sedang berlangsung.
“Akan kami tindak tegas pelaku-pelaku yang melakukan perbuatan melawan hukum saat pilkada nanti,” tegas AKBP Ihram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








