SURABAYA, Tugujatim.id – Forum Smart City 2023 yang digelar di Kota Surabaya, Senin (12/06/2023), diharapkan membentuk kerja sama antardaerah dalam penerapan pelayanan masyarakat berbasis digital.
Sebagai informasi, Forum Smart City 2023 ini digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Kominfo RI) sejak 2017. Tahun ini, event ini digelar di Surabaya dan diikuti oleh 534 kabupaten/kota dari se-Indonesia dan difasilitasi oleh PT Prima Tekno Integra Member Of Performa Optima Grup.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, hasil pertemuan antarakepala daerah ini akan ditindaklanjuti dengan MoU yang menggagas tentang perkembangan pelayanan digital di setiap daerah.
“Tadi sangat antusias, beberapa bupati dan wali kota hadir sendiri guna memastikan kepala dinasnya untuk mengikuti. Kami tindak lanjuti dengan beberapa MoU bersama Pemkot Surabaya,” katanya pada Senin (12/06/2023).
Eri mengaku bahwa beberapa daerah seperti Semarang telah mengadopsi model pelayanan digital yang sebelumnya sudah diterapkan di Kota Surabaya. Namun, hal tersebut bukan menjadi ajang klaim dalam mengimplementasikan perkembangan teknologi digital.
“Ada beberapa yang mengadopsi. Tadi saya sampaikan ini bukan siapa yang terbaik di antara wilayah, tapi sudah waktunya semua daerah bersatu untuk mengubah menjadi yang terbaik untuk masyarakat. Jadi, semua daerah menggunakan dana APBD. Bukan masalah terbaik atau tidak. Saling melengkapi,” tuturnya.
Meski dalam forum ini ada penilaian kepada semua daerah yang terdaftar sebagai Smart City 2023, dia berharap hal tersebut tidak disebut sebagai ajang persaingan. Mengingat tidak menutup kemungkinan bagi setiap daerah untuk saling bekerja sama dalam memajukan perkembangan teknologi dan informasi di daerah masing-masing.
“Tadi saya sampaikan, sudah bukan lagi waktunya daerah dan wilayah ini saling bersaing. Kalau ada di Surabaya yang sudah berjalan (pelayanan digital), bisa bekerja sama. Tadi di ada dari Aceh, Pariaman, Siak, saya sampaikan yang dibangun di Surabaya ini sudah APBD, uang rakyat jadi milik bersama,” terangnya.
Dari kerja sama ini, setiap daerah bisa mencontoh inovasi kabupaten/kota lain dalam penerapan pelayanan berbasis digital. Sebab, hal tersebut akan berdampak pada kemudahan masyarakat untuk memperoleh pelayanan.
“Berarti kalau dari Pariaman, Aceh, Siak, dan lain-lain itu ingin mengembangkan, ayo dikembangkan bersama. Sehingga bisa diterapkan di mana saja, semua tempat. Jadi kalau ditanya ini punya siapa, ya bukan cuma milik Surabaya tapi milik semuanya. Sehingga, semua kepala daerah bisa mengontrol untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.








