Tugujatim.id – Kahlil Gibran merupakan salah satu figur sastra paling berpengaruh abad 20. Sosok multitalenta, Kahlil Gibran tidak hanya dikenal sebagai penyair, namun juga seorang pelukis, dan bahkan filsuf.
Sementara, ia dikenal melalui mahakarya yang abadi hingga kini, The Prophet.
Mengutip dari laman Biografiku, Kahlil Gibran lahir pada 06 Januari 1883 di Bsharri, Lebanon. Ia lahir dari pasangan Khalil Gibran dan Kamila Gibran.
Gibran tumbuh dalam keluarga Kristen Maronit, sebuah sekte Kristen di Lebanon. Masa kecil Gibran di Lebanon sering muncul dalam metafora tulisannya, terutama tentang keindahan bentang alam pegunungan di negara tersebut. Namun, kesulitan ekonomi pada tahun 1895 membuat ia dan ibunya berpindah ke Amerika Serikat dan menetap di Boston.
Saat di Boston, bakat seni Gibran ditemukan oleh seorang fotografer bernama Fred Holland Day. Fotografer ini mengenalkan Gibran pada dunia seni rupa dan sastra. Namun, kecintaan Gibran pada tanah air membawanya kembali ke Beirut untuk belajar bahasa Arab dan sastra. Perjalanan hidupnya berlanjut ke Paris pada tahun 1908 untuk belajar ilmu seni lukis di bawah bimbingan Auguste Rodin.
Perpaduan antara tradisi Timur yang spiritual dan budaya Barat yang modern membentuk gaya penulisan Gibran yang unik. Ia menulis dalam bahasa Arab maupun Inggris, menjadikan Gibran seperti jembatan bagi dua dunia yang berbeda.
Puncak karier literasinya terjadi pada tahun 1923 dengan terbitnya “The Prophet” (Sang Nabi). Buku ini berisi 26 esai puitis yang membahas masalah mendasar manusia: cinta, pernikahan, anak, kerja, hingga kematian. Gaya bahasanya yang liris dan penuh kebijaksanaan membuat buku ini diterjemahkan dalam lebih dari 100 bahasa dan menjadi salah satu buku paling laku sepanjang masa.
Gibran menghembuskan nafas terakhirnya pada 10 April 1931 di New York akibat penyakit tuberkulosis dan sirosis hati. Sesuai wasiatnya, jenazahnya dipulangkan ke Lebanon dan dimakamkan di sebuah biara di Bsharri yang kini menjadi Museum Gibran.
Hingga kini, kutipan-kutipannya masih sering dibacakan dalam momen-momen sakral kehidupan. Kahlil Gibran bukan sekadar seorang penulis; ia adalah seorang visioner yang mengajarkan bahwa kemanusiaan adalah bahasa yang universal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








