JEMBER, Tugujatim.id – Berkunjung ke Kabupaten Jember, tidak lengkap rasanya melewatkan wisata kuliner legendarisnya yakni Soto Dahlok. Kuliner ini menjadi salah satu rekomendasi yang populer dari masa ke masa.
Selain cita rasa yang autentik, warung soto yang terletak di Jalan Fatahilah, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates ini, kerap dikunjungi kepala daerah lintas periode hingga artis dan budayawan kondang Sujiwo Tejo.
Generasi Ketiga Soto Dahlok, Agus Subiantoro menceritakan alasan di balik kedatangan para bupati Jember, mulai dari yang pertama hingga terbaru. Ia mengungkap, selain rasa soto yang pas dilidah para pejabat, kedatangannya pun tidak terlepas dari hubungan baik yang terjalin lama dari kakek dan orang tua Agus Subiantoro.
“Karena dulu awalnya kakek ini banyak relasi di pemda. Jadi beliau semacam promosi penawaran gitu. Kalau mau datang itu bisa di sini. Jadi seperti itu pemasaranya,” ungkap Agus saat ditemui jurnalis Tugujatim.id, Kamis (26/06/2025).
Beberapa daftar deretan nama besar yang pernah menyantap soto di warung legendaris ini seperti, Bupati Djalal, Bupati Faida, Bupati Hendy, Bupati Fawait, para Sekretaris Daerah (Sekda), hingga tokoh-tokoh masyarakat Islam dan kiai besar, tercatat sebagai pelanggan setia.

Dari dunia hiburan, Soto Dahlok tak luput dari perhatian, seperti artis ibu kota Asmiranda bersama suami, hingga budayawan kondang Sujiwo Tejo, yang merupakan putra asli Jember, kerap mampir saat pulang ke kampung halamanya.
“Sujiwo Tejo itu sering datang sini. Pasti mampir di sini kalau ada di Jember,” cerita Agus.
Pria berusia lebih dari setengah abad itu juga menyinggung, sekilas perjalanan Soto Dahlok yang telah berdiri sejak tahun 1958. Tepat saat keluarganya berhijrah dari Jombang ke Kabupaten Jember. Mereka datang dengan tekad merintis usaha soto ayam, di kota yang kala itu masih berkembang.
BACA JUGA: Sayur Guduk, Warisan Kuliner Autentik Tanah Arjasa Jember yang Memikat Lidah
“Jadi awal tahun 58, kakek nenek merintis soto ayam di Jember karena beliau-beliau hijrah ke Kota Jember untuk merintis usaha ini,” tutur Agus mengenang kisah kakek dan neneknya.
Dua tahun kemudian, sebuah berkah datang dari Bupati Jember pertama, yaitu Abdul Hadi. Sang bupati memberikan tempat khusus di tengah pusat kota untuk usaha soto keluarga ini. Pemberian lokasi strategis ini menjadi titik balik yang mengantarkan Soto Dahlok menjadi legenda kuliner Jember.
Warung yang kini memasuki generasi ketiga ini terus bertahan dan eksis, dengan konsisten menjaga kualitas rasa secara turun-temurun. Setidaknya, Agus Subiantoro tak sendiri menjalankan warisan orang tua dan kakek neneknya, melainkan bersama kakaknya Dwi Sugiarto, dan lima karyawannya.
“Yang membuat Soto Dahlok berbeda adalah kami masih menggunakan resep-resep dari kakek-nenek. Itu yang kita jaga hingga sekarang,” tegas sang pemilik.
BACA JUGA: Bukit Samboja: Permata Tersembunyi di Pesisir Selatan Jember
Meski tidak menjelaskan secara rinci proses pembuatan, Agus menjelaskan beberapa daftar bahan dasar Soto Dahlok, seperti pala, lengkuas, bumbu laut, jahe, dan kunyit, yang diolah dengan cara khusus.
Bahkan untuk menjaga keaslian rasa, mereka masih menggunakan air kampung dalam proses pengolahan, sementara resep bumbu tetap mempertahankan formula lama.
Untuk menikmati seporsi Soto Dahlok, para pengunjung hanya perlu merogoh koceng mulai dari Rp14.000 hingga Rp30.000. Buka setiap hari mulai pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB. Dengan tetap mempertahankan resep asli, Soto Dahlok dapat dinikmati lintas generasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








