Malang, Tugujatim.id – Stadion Gajayana merupakan stadion legendaris di Malang dibangun pada masa Kolonial Belanda Tahun 1924, bahkan disebut sebagai tertua di Indonesia. Stadion berusia satu abad ini diusulkan akan direnovasi dengan anggaran Rp111 M.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengawal pengajuan renovasi Stadion Gajayana. Saat ini, terkait renovasi masih dalam tahap menanti finalisasi keputusan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Ini terus kami pantau, sampai saat ini belum ada (keputusan) yang sifatnya final. Tapi tetap ini dalam proses dan kami terus mengawal,” jelas Baihaqi, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Kamis (29/2/2024).
Pemkot mengirimkan proposal pengajuan renovasi Stadion Gajayana ke Kementerian PUPR dan Kemenpora RI. Komunikasi pun terus terjalin hingga masa pesta demokrasi atau Pemilu 2024 berakhir. “Kami juga sudah sampaikan ke Bappenas,” imbuhnya.
Disporapar Kota Malang didorong untuk merancang master plan atau Design Olahraga Daerah (DOD) Kota Malang. Saat ini, sedang dilakukan penyusunan design olahraga daerah yang mengacu pada 14 cabang olahraga olimpiade, olahraga masyarakat dan olahraga prestasi.
“Melalui DOD ini nanti kita bisa mengetahui keberlanjutan Pemkot Malang melakukan pembinaan olahraga,” jelasnya.
Anggaran renovasi yang diusulkan kepada Pemerintah Pusat sekitar Rp75 miliar yang akan digunakan untuk perbaikan sarana prasarana, mulai dari pengecatan, penggantian rumput, pemasangan papan skor dan sepuluh ribu unit tempat duduk di tribun, serta kebutuhan prioritas lain. Selain itu, Pemkot Malang juga mengusulkan anggaran sebesar Rp36 miliar kepada Pemerintah Pusat untuk kebutuhan lampu di dalam stadion berkapasitas 35.000 penonton.
Reporter: Muhammad Sholeh
Editor : Darmadi Sasongko








