JAYAPURA, Tugujatim.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) memudahkan layanan kesehatan gratis di berbagai wilayah 3T (daerah yang tergolong tertinggal, terdepan, dan terluar) di Indonesia. CSR TBIG bekerja sama dengan Filantra dan puskesmas di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, juga memberikan bantuan skrining kesehatan umum, membagikan makanan bergizi, dan mengajari cara hidup sehat.
TBIG pun memudahkan layanan kesehatan bagi warga di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Fokus layanan kesehatannya menyasar dua tempat, yaitu di Kampung Sosiri di Distrik Waibu; dan Desa Bhayangkara di Distrik Jayapura Utara.
Baca Juga: CSR TBIG Baksos di Merauke Papua, Gelontor 2,2 Ton Bahan Makanan hingga Ratusan Paket Obat-obatan
Program TBIG lewat Aksi Bangun Sehat Bersama ini dengan menyelenggarakan edukasi kesehatan untuk meningkatkan literasi masyarakat, khususnya di Jayapura dan sekitarnya. Sebanyak 1.280 orang yang menerima manfaat ini.
Warga di Kampung Sosiri diedukasi soal pencegahan penyakit menular dan tidak menular, terutama tuberkulosis (TBC), yang masih menjadi tantangan kesehatan di wilayah tersebut.
CSR TBIG Bidang Kesehatan Sasar Wilayah 3T
Chief of Business Support Directorate Lie Si An mengatakan, CSR TBIG fokus pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan budaya. Tentu saja, dia melanjutkan, program CSR ini berkaitan dengan manusia yang berhubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami memiliki 4 pilar. Pertama bidang kesehatan dengan program Aksi Bangun Sehat Bersama. Kedua bidang pendidikan, ada Bangun Cerdas Bersama. Ketiga, bidang budaya dengan Bangun Budaya Bersama. Dan keempat bidang lingkungan dengan Bangun Hijau Bersama,” katanya.

Menurut dia, keempat pilar ini intinya pada edukasi masyarakat.
“Semua program kami intinya pada edukasi. Bagaimana kami mengedukasi masyarakat lewat kesehatan, pendidikan, budaya, dan lingkungan. Tentunya dengan menggandeng stakeholder, salah satunya media pers,” katanya.
Khusus program pilar kesehatan, Si An menjelaskan, TBIG fokus mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi, khususnya masyarakat di wilayah 3T.
“Tidak hanya sesaat, aksi ini diharapkan mampu berdampak jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat,” jelas Si An.
3 Pedoman Implementasi CSR TBIG
Sementara itu, President Direktur TBIG Herman Setya Budi mengatakan, pedoman implementasi CSR TBIG pada prinsip-prinsip ESG, SDGs, dan ISO 26000.
“Ini untuk memastikan program CSR TBIG dapat memenuhi harapan seluruh stakeholders perusahaan,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Kanda Rianod Firmansyah Sapoan mengatakan, pentingnya edukasi soal penyakit menular dan tidak menular kepada masyarakat.
“Kegiatan ini membantu puskesmas dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan dan mengedukasi masyarakat agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Muas Asaeno, tokoh masyarakat adat Desa Sosiri, mengucapkan terima kasih atas kegiatan TBIG ini. Dia berharap kegiatan ini bisa berjalan di banyak tempat selain Papua.

“Saya atas nama masyarakat mengucapkan banyak terima kasih atas kegiatan ini. Semoga aksi pengobatan ini tidak hanya dilakukan di sini, tetapi juga di tempat lainnya. Selanjutnya, mari terus bekerja sama yang baik untuk Indonesia,” ujarnya.
Sedangkan salah satu warga Desa Bhayangkara, Siti Mariana mengapresiasi kehadiran TBIG di lingkungannya.
“Jarak dari Bhayangkara ke puskesmas terdekat itu jauh. Kami biasanya harus naik kendaraan untuk mendapatkan layanan kesehatan. Sementara, banyak warga yang tidak punya angkutan. Layanan ini membantu kami memperoleh fasilitas secara langsung tanpa harus pergi jauh,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Dwi Lindawati








