Tempat Wisata di Surabaya Gulung Tikar, Kadisbudpar Jatim: Bikin Wisata Buatan Itu Harus Inovatif - Tugujatim.id

Tempat Wisata di Surabaya Gulung Tikar, Kadisbudpar Jatim: Bikin Wisata Buatan Itu Harus Inovatif

  • Bagikan
Tempat wisata SNCM di Surabaya kini jadi kenangan karena sudah tidak beroperasional lagi. (Foto:Rangga Aji/Tugu Jatim)
Tempat wisata SNCM di Surabaya kini jadi kenangan karena sudah tidak beroperasional lagi. (Foto:Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Tempat wisata buatan bernama Surabaya Carnival Night Market (SCNM) yang terletak di Jalan Ahmad Yani 333 Surabaya itu kini sudah tak beroperasional lagi alias gulung tikar. Apakah penyebabnya?

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Sinarto SKar MM  menyebutkan, salah satu faktor penyebabnya karena SCNM memiliki kesamaan konsep dengan wisata buatan di Jatim Park.

“Kalau mau bikin destinasi wisata buatan yang baru (tempat wisata, wahana keluarga, dan sejenisnya, red), lihat daerah tetangga dan jangan bikin produk yang sama. Nanti wisatawan pasti membandingkan (mana yang terbaik, masyarakat bisa memilih sendiri, red). Harus inovatif,” terang Sinarto pada pewarta Tugu Jatim di Surabaya melalui sambungan telepon Senin (25/01/2021).

Surabaya Carnival Night Market (SCNM) yang sedang dalam tahap pembongkaran. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Surabaya Carnival Night Market (SCNM) yang sedang dalam tahap pembongkaran. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Sejak Maret 2020, SCNM tutup dan gulung tikar. Semua hanya menjadi kenangan pernah ada tempat wisata itu. Kini yang tertinggal hanya bongkahan besi, batu bata, dan perabot wahana yang tak terpakai. Sinarto pun menjelaskan persaingan antar wisata di daerah-daerah.

“Salah satu wisata bisa kalah dengan persaingan (bila ada beberapa wisata yang memiliki konsep sama, red). Kecuali ada kerja sama atau welding-nya sama, bisa di-overland ke tempat berikutnya. Tapi, belum tentu juga karena beda perusahaan, semua kebijakan juga berbeda,” lanjutnya kepada Tugu Jatim dan rekan-rekan pewarta di Surabaya.

SCNM berdiri sejak 2014 dan sudah berjalan selama 6 tahun. Dulu 2-3 tahun awal berdiri, SCNM mendapat 14.000 kunjungan per hari aktif atau akhir pekan. Namun, setelah 4-6 tahun berikutnya, SCNM mulai sepi pengunjung. Jumlah orang yang datang ke wahana tersebut berkurang. Puncaknya, Maret 2020 di saat pandemi corona datang, malah hanya ada 40-50 pengunjung setiap hari.

Wisata buatan SCNM tinggal puing-puing dan sebagian wahana dikembalikan ke Jatim Park 3. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Wisata buatan SCNM tinggal puing-puing dan sebagian wahana dikembalikan ke Jatim Park 3. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

“Kalau di Jawa Timur, total sudah ada 10 persen wisata buatan dari total semua wisata yang ada di Jatim (termasuk wisata alam dan lain-lain, red). Jadi, soal wisata buatan baru, tidak begitu kuat. Aspek lingkungan kabupaten-kota juga dinilai, harus ada perbedaan, kalau dilihat konsep Jatim Park dan SCNM kan sama (sehingga SCNM gulung tikar karena memiliki kesamaan konsep dengan Jatim Park, red),” ujarnya.

Sebagai informasi, lahan 14 hektare yang dipakai SCNM merupakan lahan sewa dari Korem 084/Bhaskara Jaya selama 20 tahun. Namun, waktu sewa itu hanya berjalan 6 tahun, 14 tahun berikutnya tidak diperpanjang. Semua wahana SCNM dijual, anggaran penjualan dikembalikan pada pengelola yang sama dengan Jatim Park 3 (Dino Park). Sedangkan sebagian wahana yang masih bagus, dikirim untuk mengisi wahana di Jatim Park 3 (Dino Park). (Rangga Aji/ln)

  • Bagikan