JEMBER, Tugjatim.id – Kabupaten Jember bersiap menghadirkan terobosan baru program home care dalam bidang pelayanan kesehatan melalui inisiatif perawatan berbasis domisili. Terobosan terbaru ini rencananya mulai beroperasi pada awal 2026.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa inisiatif pelayanan kesehatan di tempat tinggal pasien ini khususnya ditujukan bagi penduduk yang mengidap penyakit menahun seperti gangguan ginjal dan kencing manis. Jadi, mereka dapat memperoleh penanganan medis tanpa harus meninggalkan rumah lewat program home care.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menegaskan bahwa program perawatan rumahan ini merupakan langkah revolusioner untuk menjamin seluruh warga tanpa pengecualian mendapatkan haknya atas pelayanan kesehatan berkualitas, baik yang berada di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil.
“Dengan izin Allah, mulai Januari 2026, kami implementasikan sistem perawatan di rumah untuk seluruh penduduk Jember. Para pasien tidak perlu lagi repot datang ke fasilitas kesehatan, karena petugas medis yang akan berkunjung langsung,” ujar Gus Fawait saat Pers rilis Pro Gus’e di RSD Balung, Minggu (15/09/2025).
Menurut dia, pemeriksaan kesehatan berkala akan diselenggarakan paling sedikit satu kali setiap bulan. Tim medis bertugas melakukan monitoring terhadap perkembangan kondisi pasien dan memberikan terapi yang disesuaikan dengan keperluan masing-masing individu.
Di samping itu, pemerintah daerah Jember sedang dalam tahap persiapan berbagai sarana penunjang, meliputi sumber daya tenaga medis, peralatan kesehatan, serta kendaraan ambulans guna menjamin kelancaran operasional program perawatan domisili tersebut.
“Begitu seluruh perlengkapan telah tersedia, kami akan memberikan pengumuman yang lebih komprehensif supaya masyarakat dapat memahami secara menyeluruh,” ungkap Gus Fawait.
Pemkab Distribusikan 1.200 Petugas Kesehatan ke Kawasan Terpencil
Dia menekankan bahwa cita-cita “Jember Baru, Jember Maju” harus terealisasi melalui pemerataan akses pelayanan kesehatan. Tidak ada satu pun warga yang boleh mengalami hambatan dalam memperoleh perawatan medis yang memadai.
“Tidak dapat ditoleransi, adanya ibu yang melahirkan di lokasi yang tidak layak, dan tidak boleh ada penduduk di wilayah terpencil yang terabaikan oleh pemerintah,” tegasnya.
Selain program Home Care, Pemkab Jember juga akan mendistribusikan 1.200 petugas kesehatan pada bulan mendatang ke berbagai desa, kelurahan, dan kawasan terpencil di wilayahnya.
Mereka akan berperan sebagai garda depan dalam upaya menurunkan tingkat mortalitas ibu dan bayi, serta mengatasi permasalahan stunting dan berbagai isu kesehatan lainnya yang masih menjadi tantangan serius.
Inovasi ini terbungkus dalam program “Bucin Kesianak” atau “Bupati Cinta Kesehatan Ibu dan Anak”, yang mengintegrasikan berbagai tenaga medis termasuk dokter spesialis kandungan dan kebidanan. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








