MALANG, Tugujatim.id – Produksi kerajinan di Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo yang berada di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, tak pernah bosan untuk dibahas karena pesonanya yang cantik. Apalagi wisatawan bisa langsung praktik membuat keramik cantik di sentra legendaris yang berdiri sejak 1957 atau sekitar 65 tahun silam itu.
Selama mata memandang di Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo, Anda akan disuguhi berbagai produk kerajinan. Mulai dari keramik suvenir berbagai bentuk, gelas mini, mug, gerabah, hingga vas bunga dengan warna dan corak akan membuat mata pengunjung terpesona.

Uniknya, wisatawan langsung bisa menjajal belajar secara langsung dan merasakan sensasi membuat kerajinan keramik di sana. Mulai dari mendesain, meracik bahan baku, mencetak adonan, membentuk keramik secara manual, melihat proses pembakaran, hingga mewarna dan melukis keramik lho.
Tak hanya itu saja, biasanya wisata ini juga rutin menggelar festival edukasi tahunan untuk generasi muda di Kota Malang. Tujuannya, tentu mengenalkan keindahan seni, budaya lokal, dan melatih generasi untuk peka terhadap potensi dirinya.

Konon, kerajinan keramik di tempat ini mampu menembus pasar-pasar internasional. Hal itu membuat pusat kerajinan keramik ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama warga setempat yang potensial. Mulai dari produsen, perajin, penjual, reseller, hingga buruh produksi.
Sejak berdiri pada 1957, masyarakat Dinoyo awalnya hanya memproduksi kerajinan gerabah untuk perlengkapan rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, produk keramik asal China yang memasuki Indonesia cukup memengaruhi produk gerabah itu.
Baca Juga:
Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo Malang, Sentra Industri yang Kini Sepi Pengunjung
Cara Bikin Keramik Cantik ala Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo Malang
Hingga akhirnya sebagian masyarakat Dinoyo mulai mengadopsi bahan-bahan yang digunakan dalam keramik China tersebut. Tak mau kalah, perajin Keramik Dinoyo berinovasi dengan memadukan bahan keramik China dengan bahan lokal. Hasilnya, mulai bermunculan jenis-jenis keramik semiporselin yang lebih memesona daripada keramik asal China.
Inovasi itu membuat Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo sebagai salah satu wisata edukasi di Kota Malang. Bahkan, pelajar lokal hingga wisatawan mancanegara kerap kali mengeksplor wisata edukasi ini untuk keperluan pendidikan dan pengenalan budaya kreatif.

Bahkan, pesona Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo mampu menghantarkan para perajinnya menembus berbagai masa di tengah perkembangan teknologi yang ada. Wisata ini bahkan sama sekali tak tergerus oleh ganasnya dampak pandemi Covid-19.
Di awal pandemi, wisata ini justru mengalami peningkatan permintaan pasar. Sebab, banyak masyarakat yang meluangkan waktu untuk menanam bunga saat pandemi. Dampaknya, permintaan vas bunga membeludak.

Kini dengan lokasi yang strategis, diapit berbagai perguruan tinggi dan hiruk pikuk tengah kota, wisata ini terus bersolek, berinovasi, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemasaran online pun diadopsi dan ternyata mampu mendompleng penjualan para perajin.
Semua upaya itu tentu membuat wisata ini layak menjadi rujukan percontohan kampung lain di Indonesia untuk mampu merobek dan melibas tantangan perkembangan teknologi digital yang kian pesat. Semoga pesona Kampoeng Wisata Keramik Dinoyo tetap bersinar untuk menghantarkan para perajinnya menuju kesejahteraan yang lebih baik ya! Yuk, siapa yang nggak sabar langsung praktik bikin keramik cantik di sana?
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








