MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya Mojokerto (PC Tidar Mojokerto), organisasi sayap kepemudaan dari Partai Gerindra menolak rencana mantan Menteri Komunikasi dan Digital, Budi Arie berbabung Partai Gerindra.
Ketua Tidar Mojokerto, Defy Firman Al Hakim menegaskan Partai Gerindra bukan tempat bagi seseorang yang sekadar mencari tempat dalam panggung politik.
“Gerindra adalah rumah para pejuang dengan semangat membangun berdasarkan ketulusan, bukan persinggahan bagi kalangan yang cuma ingin memanfaatkan kesempatan saat Gerindra cerah,” tegasnya, Senin (10/11/2025).
Masih kata Defy, Gerindra memiliki mekanisme pengkaderan yang jelas dan berjenjang. Salah satunya melalui sayap organisasi dengan menunjukkan kontribusi serta loyalitas nyata.
“Kami di Tidar ada proses pengkaderan yang ketat, nah apalagi bila gabung dengan Gerindra. Gabung dengan partai tidak bisa langsung, tidak bisa instan, harus niat berjuang, bukan hanya pencitraan,” urainya.
Lebih lanjut, Defy menambahkan bahwa kader Gerindra tidak pernah lupa dengan perjuangan senior partai di masa lalu. Terlebih, kader-kader senior telah berjuang sejak awal berdirinya Gerindra hingga mencapai titik sekarang.
“Para senior telah berdarah-darah, sebelum 2019 lalu. Kita tahu bagaimana rekam jejak Budi Arie Setiadi, jadi wajar banyak yang menolak rencana itu,” tandas Defy.
Rencana mantan Menteri Komunikasi dan Digital, Budi Arie Setiadi bergabung dengan Gerindra menuai penolakan dari berbagai kalangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








