JEMBER, Tugujatim.id – Program beasiswa Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mencatatkan sejarah baru. Tiga penerima beasiswa program doktoral LPPD di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS), berhasil menyelesaikan studi dan ujian disertasi terbuka pada Senin (20/01/2025).
Program beasiswa LPPD tersebut kali pertama dibuka sejak 2019 dan digagas Pemprov Jawa Timur. Adapun saat itu kursi kepemimpinan gubernur diduduki Imam Utomo hingga Soekarwo.
“Awalnya, beasiswa LPPD ini hanya ditujukan bagi mahasiswa jenjang S1. Namun, kini telah kami perluas untuk mencakup mahasiswa program S2 hingga jenjang doktoral atau S3,” ujar Gubernur Jawa Timur terpilih di Pilkada 2024 Khofifah Indar Parawansa.
Baca Juga: Nongkrong Santai di Orbit Coffee, Hidden Gem di Tengah Kota Tuban buat Pecinta Kopi dan Kuliner
Hingga saat ini, sebanyak 2.340 mahasiswa di jenjang S1 yang mendapat kesempatan program beasiswa tersebut lulus. Sedangkan di program pascasarjana sebanyak 980 mahasiswa lulus, terhitung sejak dibukanya beasiswa LPPD.
Khofifah Indar Parawansa mengungkap alasannya mendatangi UIN KHAS.
“Saya hadir karena pecah telor ya karena merupakan perdana dalam meluluskan program doktor dalam ujian disertasi terbuka di UIN KHAS Jember ini,” katanya kepada awak media.
Di kesempatan itu, dirinya menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang telah menyelenggarakan program yang memudahkan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan, termasuk UIN KHAS Jember.
Selain memberikan pendidikan yang layak, para pihak telah mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis pesantren. Dimana, upaya tersebut, menurut Khofifah Indar Parawansa, sejalan dengan tujuan Pemprov Jawa Timur.
“Kami semua berharap kualitas sumber daya manusia, khususnya yang berasal dari pesantren, dapat semakin memperkuat peran pesantren dalam menjaga NKRI dan mempersiapkan Indonesia Emas 2045. Selain itu, kami juga ingin menjadikan Jawa Timur sebagai gerbang utama Nusantara,” ujar Khofifah.
Sejalan dengan itu, Ketua Program Beasiswa LPPD Jawa Timur Abdul Halim Soebahar mengaku akan senantiasa berkomitmen untuk memberdayakan SDM yang berbasis dunia pesantren. Pihaknya memproyeksikan, sebanyak 5.683 luaran dari beasiswa LPPD Pemprov Jawa Timur dari berbagai jenjang pendidikan dicetak menjadi tim ahli maupun kader ulama muda.
“Kami berkomitmen sebagai penggerak SDM berkualitas berbasis pesantren dengan memberi beasiswa S2 dan S3 supaya nantinya pesantren punya tim ahli yang berpendidikan doktor dan itu baru hanya ada di Jember,” kata Abdul Halim Soebahar.
Setidaknya, tercatat ada sebanyak 130 penerima beasiswa LPPD. Angkatan pertama di jenjang program doktoral sebanyak 40 mahasiswa, angkatan kedua sebanyak 40 mahasiswa, dan 50 mahasiswa di angkatan ketiga.
“Sebanyak 123 orang ada yang di Mesir, nah 25 orang akan selesai Juli nanti. Sementara untuk S1, S2 ada 3.900-an, Juli nanti kemungkinan sudah lebih dari 4.000,” ujar Abdul Halim Soebahar.
Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Hepni menilai program tersebut memiliki kontribusi terhadap pengembangan khazanah keilmuan, khususnya terkait wawasan tentang Islam.
“Sesuatu yang belum terekspos akan diungkap oleh para lulusan doktor kami, karena yang ditunggu dari perguruan tinggi adalah temuan baru dan solusi dari masalah yang dihadapi masyarakat,” kata Hepni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








