TN Bromo Tengger Semeru Kembali Buka, Akses Hanya Bisa dari Pasuruan - Tugujatim.id

TN Bromo Tengger Semeru Kembali Buka, Akses Hanya Bisa dari Pasuruan

  • Bagikan
Kawasan wisata Gunung Bromo yang sudah kembali buka meski masih terbatas. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim) tnbts semeru
Kawasan wisata Gunung Bromo yang sudah kembali buka meski masih terbatas. (Foto: Bayu Eka/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Kabar gembira bagi pecinta wisata yang sudah lama tak bisa menikmati sejuknya wisata alam terbuka. Pasalanya, wisata alam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dibuka untuk umum setelah sekian lama ditutup.

Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar BNBTS, Syarif Hidayat menyampaikan bahwa wisata kawasan Gunung Bromo memang telah dibuka. Namun dari beberapa pintu masuk, hanya ada satu pintu masuk yang dibuka.

“Wisata Gunung Bromo kembali diaktifkan. Berdasarkan level persebaran Covid-19 kita memang berbeda beda, namun di Kabupaten Pasuruan sudah level 2, maka pintu masuk yang dibuka hanya di Wonokitri, Pasuruan. Sementara pintu lainnya masih ditutup,” ujarnya, Selasa (7/9/2021).

Selain itu disebutkan, beberapa kawasan yang boleh dikunjungi wisatawan di antaranya Penanjakan, Bukit Kedaluh dan Bukit Cinta. Sementara kawasan padang pasir hingga savana masih ditutup lantaran masuk dalam wilayah registratif Kabupaten Probolinggo yang belum level 2.

Kapasitas pengunjung di setiap kawasan juga dibatasi 25 persen demi menanggulangi penyebaran Covid-19. Dimana, kawasan Penanjakan dibatasi hanya 222 pengunjung, Bukit Kedalu 107 pengunjung dan Bukit Cinta 31 pengunjung.

“Dari Satgas Covid-19 juga mensyaratkan pengunjung minimal harus mempunyai sertifikat vaksin dosis pertama. Kemudian diwajibkan mengunduh aplikasi peduli lindungi karena ke depan kita akan berintegrasi dengan sistem itu,” jelasnya.

“Pengunjung juga bisa booking online untuk memesan tiket masuk. Tentu dalam kunjungan, harus menerapkan prokes ketat, tidak buang sampah sembarangan, jaga ekologi, tidak vandalis dan tidak menggangu flora fauna disana. Intinya harus bisa menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban wisata disana,” paparnya.

Menurutnya, pembukaan wisata Gunung Bromo ini dilakukan juga demi menjawab aspirasi pelaku jasa wisata disana yang telah divaksin dan siap menerima pengunjung.

“Inikan juga sudah ditutup sekian lama, paling tidak juga bisa menggerakan sektor perekonomian masyarakat meskipun belum 100 persen,” tutupnya.

  • Bagikan