MOJOKERTO, Tugujatim.id – Inflasi Kabupaten Mojokerto pada April 2024 tercatat mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya. Keterangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, kenaikan inflasi menyentuh angka 0,08 persen. Penyebab kenaikan angka inflasi paling tinggi disumbang oleh kenaikan harga tomat, akibat faktor cuaca musim hujan dan suhu kelembaban yang tinggi.
Tak hanya itu, cuaca ekstrem menimbulkan dampak pada kerusakan tanaman tomat sehingga mempengaruhi pola tanam dan panen. Akibatnya, stok tomat yang tersedia berkurang. Faktor lain yakni suhu kelembaban yang tinggi berimbas tanaman tomat mudah terserang penyakit, sehingga produksinya menurun dan mengakibatkan kenaikan harga.
Sedangkan komoditas penyumbang deflasi tertinggi ialah beras yang pada April 2024 secara bertahap mengalami penurunan harga. Hal tersebut didasari oleh pasokan beras dari Bulog yang digelontorkan ke sejumlah toko bahan pangan. Selain itu, harga beras juga dipengaruhi oleh faktor supply and demand, di mana stok gabah yang melimpah pasca panen raya menyebabkan harga beras menurun secara bertahap.
Selain tomat, komoditas utama yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di Kabupaten Mojokerto pada April 2024 adalah daging ayam ras, emas perhiasan, kue kering berminyak, bawang putih, bawang merah, telur ayam ras, dan daging sapi. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga rata-rata dari bulan sebelumnya yaitu beras, cabai rawit, cabai merah, minyak goreng, ketela pohon, kol putih atau kubis, ikan teri, dan mentimun.
Lebih lanjut, laju inflasi tahun kalender pada Kabupaten Mojokerto secara kumulatif dari Januari 2024 hingga April 2024 sebesar 1,02 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (year on year) periode April 2023 hingga April 2024 tercatat sebesar 2,76 persen.
Bila dilihat dari kelompok komoditas, komoditas yang memberikan andil inflasi di Kabupaten Mojokerto adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, lalu kelompok pakaian dan alas kaki, kemudian kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, lalu kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
Sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar, kemudian kelompok kesehatan, disusul kelompok transportasi, kemudian kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; serta kelompok pendidikan tidak memberi andil terhadap angka inflasi di Kabupaten Mojokerto pada April 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor : Darmadi Sasongko








