SURABAYA, Tugujatim.id – Rasa semangat Toni Firmansyah kian berlipat ganda. Pemain kelahiran Surabaya tersebut semakin termotivasi membawa Timnas Indonesia U-19 menang Piala AFF U-19 2024 di kampung halamannya sendiri.
Gelaran Piala AFF U-19 2024, Timnas Indonesia U-19 akan bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Mereka akan melawan Kamboja, Filipina, dan Timor Leste di babak penyisihan grup A.
Letak GBT Surabaya yang tidak jauh dari kediaman Toni Firmansyah, daerah Benowo memberikan rasa percaya diri untuk dia membela Indonesia di kancah internasional.
“Untuk target khusus pastinya juara di AFF ini dan saya percaya diri main di GBT karena kota kelahiran saya juga kan. Tentunya kami sudah siap dan akan memberikan yang terbaik di AFF,” kata Toni.
Selain Toni, pada 2013 silam satu Arek Suroboyo bernama Evan Dimas juga bergabung dalam skuad Timnas U-19 dan berhasil membawa Indonesia menjadi juara di Piala AFF U-19 2013.
Melihat hal itu, Toni Firmansyah mengaku tidak ada beban khusus dalam dirinya. Yang bisa dia tanamkan adalah rasa percaya diri dan bekerja keras untuk bisa menjemput trofi.
“Kalau terbebani tidak karena ini target saya bermain di timnas harus bekerja keras dan memberikan yang terbaik,” ucapnya.
Beruntungnya, pemain kelahiran 14 Januari 2005 tersebut juga tidak mengalami kendala apa pun selama proses adaptasi bersama skuad Garuda Muda lainnya.
“Selama berlatih tidak ada kendala apa pun. Pemain juga sudah siap semua. Karena kami sudah TC dari lama, dari pertandingan di Prancis juga bisa mengambil pengalaman di sana,” jelasnya.
Pun, kendala bahasa antarpemain naturalisasi seperti Jens Raven.
“Semua saling support dan menutupi kesalahan yang sama,” ujar Toni.
Meski jarak rumah dengan GBT hanya berkisar 3 kilometer, Toni mengaku tidak sempat pulang ke rumah karena padatnya jadwal latihan. Namun, dukungan keluarga akan selalu hadir saat dia turun ke lapangan.
“Enggak. Kayaknya orang tua yang akan ke sini (GBT),” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








