• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
tpa tlekung tugu jatim

Tumpukan sampah di belakang RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu. Foto: Yona Arianto/Tugu Jatim

TPA Tlekung Kota Batu Ditutup, Tumpukan Sampah Terlihat di Sudut-sudut Jalan

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung di Kota Batu, Jawa Timur, telah ditutup hampir sepekan ini akibat overload dan mengganggu warga Tlekung.

tpa tlekung tugu jatim
Spanduk warga Desa Tlekung meminta pengiriman sampah ke TPA Tlekung dihentikan. Foto: Yona Arianto/Tugu Jatim

Efek penutupan TPA itu, di beberapa titik fasilitas umum atau fasum di Kota Wisata Batu dipenuhi dengan tumpukan sampah. Seperti jalan di belakang Rumah Sakit Hasta Brata, di Kelurahan Ngaglik, terlihat tumpukan sampah yang cukup tinggi dengan dikemas kantong besar berwarna hitam.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM

Warga Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Lilik Sumiyah yang tengah melintas di dekat tumpukan sampah mengatakan bahwa dirinya merasa sangat bau. “Ya sangat bau pas saya lewat tadi,” katanya, pada Selasa (05/09/2023).

Lilik mengatakan bahwa di wilayahnya juga kebingungan untuk membuang sampah. Bahkan hampir seminggu ini dirinya hanya membuang sampah di depan rumahnya dan sampah tersebut menumpuk. “Di rumah saya juga begitu. Saya bingung buang sampah. Sejauh ini saya buang di tempat sampah di depan rumah,” tambahnya.

Ia juga resah, semenjak TPA Tlekung ditutup, petugas pemungut sampah di wilayah rumahnya juga sementara ini berhenti beraktivitas untuk mengambil sampah. “Petugas yang biasanya mengambili juga gak aktif jadi ya numpuk di depan rumah-rumah warga,” bebernya.

Lilik juga merasa khawatir dengan timbulnya bau dari timbunan sampah itu akan mempengaruhi kesehatan keluarganya, karena sampah tersebut dibiarkan berhari-hari. “Kesehatan juga khawatir, karena sampah itu sudah berhari-hari di depan rumah, kalau sehari mungkin belum terasa, kalau sudah seminggu, sebulan bagaimana?” keluhnya.

Sementara warga Kecamatan Batu, Rendy mengaku pernah menemui beberapa warga yang membuang sampah di kawasan sungai saat petang hari. “Pernah beberapa waktu lalu, saya pernah menemui di Jalan Brantas, di sungai Beji pernah ada yang buang. Saya tau soalnya saya pulang kerja dinas malam jadi selalu melewati tempat itu,” katanya.

Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan mengatakan bahwa di wilayah Junrejo sudah mulai bersiap ketika warga Tlekung melakukan penutupan TPA pertama kali pada 28 Juli lalu.

“Saat penutupan pertama lalu, kami sudah bersiap, karena permasalahan penutupan TPA Tlekung tidak akan bisa selesai satu bulan. Di Desa Junrejo sejak tiga tahun lalu kelanjutan pembangunan TPS3R sudah ada. Kemudian di setiap APBDes selalu kami anggarkan untuk mendukung dana dari pemerintah terhadap pembangunan lanjutan TPS3R,” paparnya.

Sehingga dengan adanya penutupan TPA Tlekung, kata dia, masyarakat Desa Junrejo tidak ketakutan karena telah melakukan pemilahan sampah dari skala rumah tangga dan dilanjutkan pengolahan sampah dalam skala lingkungan.

Kemudian, Pemdes Junrejo juga tengah melakukan pengadaan insenerator untuk pemusnahan sampah residu yang diperkirakan akan datang pada Rabu besok dan beroperasi pada Oktober mendatang. “Untuk alat insenerator nanti akan kami letakkan di Dusun Rejoso dan bisa dimanfaatkan oleh semua masyarakat,” ujarnya.

“Anggarannya kami ambilkan dari APBDes dari plot TPS3R itu, alatnya juga tidak secanggih yang di TPA Tlekung,” imbuhnya.

Selain itu, kata dia, saat perubahan APBDes mendatang, setiap RW di Desa Junrejo akan mendapat anggaran sejumlah Rp15 juta hingga Rp20 juta untuk mengelola sampah di tiap lingkungan.

Reporter: Yona Arianto
Editor: Lizya Kristanti

Tags: Batuberita batuberita Batu hari iniKota BatuTPA Tlekung
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Lansia di Surabaya.

Ruko Terbakar, Lansia di Surabaya Jadi Korban Tewas Diduga Hirup Asap Pekat saat Selamatkan Diri

by Dwi Linda
31/05/2026 7:55 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Rumah toko (ruko) dua lantai di Jalan Sidoyoso IV Nomor 51, Kelurahan dan Kecamatan Simokerto, Surabaya, Minggu...

Truk parkir.

Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir di Lawang Malang, Ini Kronologinya!

by Dwi Linda
31/05/2026 5:05 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kecelakaan maut melibatkan pemotor vs truk parkir terjadi di Jalan Raya Dr Sutomo, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang,...

Next Post
ranu bedali tugu jatim

Ranu Bedali, Danau Alami di Lumajang yang Estetis

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID