TUBAN, Tugujatim.id – Kabupaten Tuban menduduki peringkat lima besar produksi padi terbesar se-Jawa Timur dengan luasan lahan panen seluas 85.288 ha. Tidak heran dampaknya ke produksi gabah kering giling (GKG) petani Bumi Ronggolawe ini sebesar 498.939 ton. Artinya, setara dengan beras 288.097 ton setelah dikurangi konsumsi penduduk mengalami surplus rata-rata sebesar 50,09% per tahun.
“Memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, dan perkebunan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan,” ucap Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dalam kesempatan pertemuan dengan sejumlah gapoktan.
Dia mengatakan, petani di Tuban terus berinovasi dengan menggunakan pupuk organik untuk menekan biaya produksi.
“Bahkan mampu mendongkrak produksi pertanian,” ujarnya.
Lindra, sapaan akrabnya, menyatakan, ini menjadi ikhtiar Pemkab Tuban dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian selaras program Pemprov Jatim. Yaitu, Nawa Bhakti Satya ke-6 yaitu Jatim Agro.
Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban Eko Julianto menyebutkan, beberapa kecamatan telah menjadi tulang punggung produksi padi di Tuban. Salah satunya Kecamatan Rengel yang telah terealisasi luas tanam mencapai 7.340 hektare pada periode Oktober 2022-September 2023.
Adapun realisasi produksi panen dari Januari-September 2023 seluas 5.364 hektare dan produktivitas rata-rata mencapai 6,5 ton/ha (GKG).
“Saat ini harga gabah kering panen (GKP) mencapai Rp7.200 (panen menggunakan combine, red) dan harga beras medium Rp12.500,” ucapnya.
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








