PASURUAN, Tugujatim.id – Insiden satu keluarga yang tewas tertabrak kereta api di Dusun Kasuran, Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Sabtu (31/12/2022) lalu, meninggalkan duka bagi banyak orang.
Tak terkecuali para santri dan ulama di sekitar tempat tinggal korban di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Bahkan, salah satu ulama sekaligus pengasuh Ponpes Sunniyah Salafiyah di Pasuruan, Habib Taufiq Assegaf memimpin salat jenazah kelima korban.
Prosesi salat jenazah juga diikuti sejumlah santri di langgar Ponpes Sunniyah Salafiyah, di Jalan KH Wachid Hasyim Gang 8, Kota Pasuruan, pada Minggu (1/1/2023) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB.
Lurah Kebonsari, Mulyono menyatakan bahwa prosesi salat jenazah dan pemakaman harus dimajukan karena menyesuaikan waktu luang Habib Taufiq Assegaf. “Rencana awal dimakamkan jam sembilan, tapi karena menyesuaikan jadwalnya Habib Taufiq, disalatkan pagi jam delapan,” jelasnya.
Selain itu, puluhan warga ikut mengiringi prosesi pemakaman jenazah pasangan Muhammad Said (45) dan Mina Qumari (35), serta anaknya Anisah Chiril Waro (12), Faiqotul Himmah (7), dan Muhammad Faizin (5), di TPU Gadingrejo.
Usai pemakaman, rumah duka juga dipenuhi oleh warga yang ingin bertakziah.
Menurut Mulyono, selain agamais, keluarga itu memang dikenal baik dan suka berbagi dengan tetangganya. Sehingga tidak heran apabila banyak orang yang berbelasungkawa atas kepergian mereka. “Keluarga ini juga dekat dengan ulama dan lingkungan santri,” ujarnya.
Ketua RT setempat, Sofwan mengungkapkan bahwa almarhum Muhammad Said memang dekat dengan lingkungan santri Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah. Pasalnya, almarhum adalah alumni dari pondok yang pernah dipimpin oleh ulama tersohor Kyai Abdul Hamid.
“Pak Said memang salah satu alumni pondok salafiyah. Makanya orangnya agamais dan juga aktif di pengajian rutin musala kampung,” pungkasnya.








