MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) dan Universiti Teknologi Matra (UiTM) Malaysia terus memperkuat kolaborasi di bidang pengembangan pendidikan. Terbaru, pimpinan UM dan UiTM Malaysia secara langsung memberangkatkan puluhan mahasiswa Student Service Learning (SSL) untuk membangkitkan potensi desa ke wilayah Kabupaten Malang.
Setidaknya, ada 21 mahasiswa UiTM Cawangan Selangor, Malaysia, dan 11 mahasiswa UM yang mengikuti program SSL itu. Mereka diberangkatkan dari kampus UM menuju Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Sabtu (16/11/2024).
Pemberangkatan ini diawali dengan acara opening ceremony dan pemberangkatan mahasiswa SSL yang diwadahi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM.
Rektor UiTM Malaysia Prof Dr Ahmad Taufek Abdul Rahman mengatakan, kolaborasi ini merupakan terobosan yang baik dalam memupuk jiwa kepemimpinan mahasiswa.

Menurut dia, program bertajuk “Youth Global Leadership” itu akan menjadi strategi yang apik. Sebab, perguruan tinggi saat ini tidak hanya fokus membentuk generasi berintelektual tapi juga berperan aktif dalam membangkitkan gerakan sosial masyarakat.
“Saya percaya program ini menjadi wadah dalam menyalurkan ilmu pengetahuan, khidmat masyarakat hingga pertukaran literasi budaya. Mahasiswa tidak hanya menjadi pemerhati, tapi harus berperan aktif dalam membangunkan komunitas sosial yang lebih baik,” tuturnya.
Dia juga memberikan pesan kepada para mahasiswa UiTM untuk terus menggali pengalaman sebanyak-banyaknya demi membentuk kepribadian yang lebih baik.

“Jadi tidak hanya belajar di kampus, tapi juga harus keluar bersama komunitas, terlibat dengan aktivitas sosial. Itu akan menjadi media untuk membentuk kepribadian mahasiswa yang lebih seimbang,” imbuhnya.
Dalam program ini, para mahasiswa UiTM Malaysia didorong untuk mentransfer ilmu pengetahuan berbagai bidang kepada masyarakat di Desa Sumberdem, Wonosari, Kabupaten Malang.
Di sana, mahasiswa UM dan UiTM Malaysia akan melangsungkan berbagai aktivitas. Mulai internasional leadership symposium, gerakan sosial, pendidikan siswa, pembuatan mural, pertukaran literasi budaya, hingga pendampingan kewirausahaan.

“Saya berharap program ini menjadi inspirasi bagi semua pihak di masa mendatang. Kolaborasi ini perlu diteruskan agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi mahasiswa, civitas akademik, masyarakat, komunitas, dan dunia pendidikan,” ujarnya.
Mewakili Rektor UM, Wakil Dekan III Fakultas Sastra UM Prof Dr Kusubakti Andayani menyampaikan bahwa program SSL ini diharapkan menjadi pionir program-program strategis selanjutnya.
“Bagi mahasiswa, terpenting mereka bisa menambah pengalaman. Bagaimanapun juga kalau melihat dunia hanya di sekitarnya itu akan berbeda dengan kalau mereka bisa melihat belahan dunia yang lain. Jadi tak ada salahnya nanti mahasiswa UM bisa ke Malaysia juga,” tuturnya.
Baca Juga: Simulasi Pemungutan Suara: KPU Tuban Fokus pada Penghitungan Manual, Tanpa Sirekap
Sementara itu, Koordinator Kerjasama Internasional UM Agnisa Maulani Wisesa menyampaikan bahwa program ini akan berlangsung mulai 16-20 November 2024. Para mahasiswa akan menggelar berbagai kegiatan dalam mengembangkan potensi desa.
Para mahasiswa UM dan UiTM Malaysia diharapkan benar-benar mampu menyalurkan wawasan intelektualnya untuk mengembangkan potensi desa sasaran.
“Kami juga berharap mahasiswa UM mendapat exposure internasionalisasi tanpa perlu ke luar negeri. Ini juga bisa membuka kesempatan mahasiswa UM untuk ikut program-program internasional,” ujarnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








