MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat kompetensi guru IPA SMP se-Kota Malang melalui pelatihan pengembangan pembelajaran mendalam dan berdiferensiasi berbasis Problem Based Learning (PBL)-STEM yang berorientasi pada kemampuan pemecahan masalah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat (PkM) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 Quality Education.
Pelatihan yang berlangsung di Aula SMPN 20 Malang, Rabu (22/7/2026), diikuti 43 peserta yang terdiri atas 19 guru IPA SMP negeri, 11 guru IPA SMP swasta, 12 pengurus MGMP IPA SMP, serta seorang Koordinator MGMP IPA Kota Malang.
Kegiatan dibuka oleh Koordinator MGMP IPA Kota Malang, Mastini, M.Pd., didampingi Ketua MGMP IPA Kota Malang, Shoffi Inayatin, S.Pd.
Tim PkM UM diketuai Prof. Dr. Parno, M.Si., dengan anggota Dr. Purbo Suwasono, M.Si., dan Sulur, S.Pd., M.Si., M.T.D., serta didukung mahasiswa Magister Pendidikan Fisika UM, Atika Nur Fadhilah dan Cindy Tyas Harvina.
Pelatihan mengangkat tema Pengembangan Pembelajaran Mendalam dan Berdiferensiasi Berbasis PBL-STEM dan Berorientasi Kemampuan Pemecahan Masalah bagi Guru IPA SMP se-Kota Malang.
“Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang harus dikuasai siswa. Karena itu, pembelajaran mendalam dan berdiferensiasi berbasis PBL-STEM menjadi pendekatan yang relevan untuk diterapkan di kelas,” jelas Tim PkM UM dalam materi pelatihan.
Pelatihan Berlangsung Lima Tahap
Pada hari pertama, peserta memperoleh penguatan konsep mengenai pembelajaran mendalam, pembelajaran berdiferensiasi, model PBL, pendekatan STEM, kemampuan pemecahan masalah, hingga contoh penyusunan Modul Ajar.
Peserta juga menyepakati materi Pesawat Sederhana–Bidang Miring sebagai tema yang akan digunakan dalam praktik pembelajaran di kelas riil.
Selanjutnya, guru dibagi ke dalam enam kelompok untuk menyusun berbagai komponen pembelajaran, mulai dari kisi-kisi tes kemampuan pemecahan masalah, aspek sains, engineering dan teknologi, pembelajaran mendalam, pembelajaran berdiferensiasi, hingga implementasi PBL.
Hasil diskusi tersebut akan menjadi draf Modul Ajar yang dibahas pada pertemuan kedua.
Baca Juga : Mobil Dilarang Lewat Bendungan Lahor Malang-Blitar Mulai 1 Agustus, Motor Wajib Tap Card
Dilanjutkan Praktik Kelas hingga Evaluasi
Rangkaian pelatihan dilanjutkan pada 29 Juli 2026 dengan penyusunan Modul Ajar lengkap yang mencakup Modul Ajar, LKPD, dan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah.
Modul tersebut dirancang untuk empat kali pertemuan. Dua pertemuan pertama difokuskan pada kegiatan pre-test dan praktikum sebagai implementasi aspek sains dalam STEM. Sementara dua pertemuan berikutnya diarahkan pada aspek engineering melalui pembuatan produk miniatur teknologi sebagai solusi atas permasalahan yang diberikan, sekaligus pelaksanaan post-test.
“Perangkat Modul Ajar yang telah disusun akan dipraktikkan langsung melalui pembelajaran riil dengan pendekatan Lesson Study, sehingga guru dapat memperoleh pengalaman sekaligus masukan dari rekan sejawat,” terang Tim PkM UM.
Praktik pembelajaran dijadwalkan berlangsung pada 5 dan 12 Agustus 2026 di sekolah masing-masing guru model. Seluruh proses akan diamati oleh guru lain sebagai observer untuk mengevaluasi aktivitas belajar siswa, strategi pembelajaran guru, hingga solusi terhadap kendala yang ditemukan di kelas.
Tahap akhir kegiatan dijadwalkan pada 29 Agustus 2026. Seluruh kelompok akan mempresentasikan hasil praktik pembelajaran berdasarkan observasi serta hasil pre-test dan post-test kemampuan pemecahan masalah siswa.
Selain itu, guru peserta juga akan memberikan refleksi terhadap pelaksanaan pelatihan, mulai dari pemahaman materi, penyusunan Modul Ajar, praktik di kelas, hingga rekomendasi untuk pengembangan program serupa pada masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Tim PkM Universitas Negeri Malang berharap kompetensi pedagogik guru IPA SMP di Kota Malang semakin meningkat sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam, berdiferensiasi, serta mendorong kemampuan pemecahan masalah peserta didik sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim







