JEMBER, Tugujatim.id – Buntut dipulangkannya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif dari Kabupaten Lumajang, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember (Unej) menyiapkan evaluasi skema penilaian.
Para mahasiswa KKN Kolaboratif di Lumajang itu dipulangkan pada Jumat (08/08/2025). Bukan tanpa alasan pemulangan dilakukan oleh pihak kampus, melainkan setelah terjadinya insiden dua motor milik mahasiswa yang hilang.
Meski belum menyelesaikan program pengabdian, para mahasiswa KKN tetap akan mendapatkan kredit akademik melalui sistem penilaian alternatif yang telah disiapkan pihak kampus.
Baca Juga: Tarik Mahasiswa KKN Kolaboratif dari Lumajang, Unej: Sepeda Motor Hilang Bukan Faktor Kelalaian
Menurut keterangan Yuli Witono selaku pimpinan LP2M Unej, aktivitas lapangan para peserta telah mencapai progres 85 persen ketika keputusan evakuasi diambil. Kondisi ini memungkinkan penyelesaian sisa kegiatan dilakukan secara individual di daerah asal masing-masing atau lokasi kemitraan yang aman.
“Kami menyediakan mekanisme penyelesaian berupa kontinuasi program, sistem evaluasi khusus, dan penyusunan dokumentasi kegiatan. Peserta juga wajib menghasilkan materi refleksi, konten audio visual penilaian, serta melaksanakan diseminasi hasil,” ungkap Yuli pada Selasa (12/08/2025).
Program Pengabdian Butuh Koordinasi Multi-Stakeholder
Dia menjelaskan, peserta yang memiliki relasi positif dengan aparatur desa dapat mempertahankan kolaborasi untuk menuntaskan aktivitas. Strategi ini bertujuan memastikan kontribusi yang telah diinisiasi tidak mengalami stagnasi.
Unej menegaskan bahwa kejadian kriminal terhadap mahasiswa KKN merupakan situasi kritis yang memerlukan evaluasi menyeluruh.
“Hal ini menjadi agenda penting bagi pemda setempat, aparat penegak hukum, dan mitra akademik. Situasi semacam ini tidak boleh dinormalisasi,” tegas Witono.
Dia menegaskan kesuksesan program pengabdian membutuhkan koordinasi multi-stakeholder.
“Harmonisasi yang telah terancang secara konseptual harus diimplementasikan secara nyata. Prioritas utama tetap pada proteksi peserta,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








