MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) mengagendakan program kerja sama dan pertemuan internasional bersama puluhan perwakilan negara di dunia untuk mempersiapkan pemerataan inovasi pendidikan dan penelitian di masyarakat. Kegiatan ini mencakup dua kerja sama yaitu Yayasan Inovasi Malaysia (YIM) dan Institute Science Technology Inovation Center (ISTIC).
“Setidaknya ada dua program utama, YIM dan ISTIC. Universitas Negeri Malang jadi pelopor pertama universitas yang bekerja sama,” ungkap Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UM Prof Dr Markus Diantoro MSi.
Baca Juga: Jalin Kerja Sama di Tahun Kedua, UM dan UMS Siapkan Program Baru!
Lebih lanjut, dia mengatakan, kedua program internasional bertujuan inovasi dan implementasi masyarakat tingkat dunia, namun memiliki fokus yang berbeda antara YIM dan ISTIC.
“YIM akan jadi poros pemanfaatan hasil teknologi hasil riset di masyarakat, sedangkan ISTIC lebih ke pertemuan dan kerja sama inovasi internasional di UM,” jelasnya.

Program ISTIC dijadikan program unggulan. Sebab, program ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Agenda utama ISTIC dibagi menjadi dua pertemuan internasional dan keduanya akan dilaksanakan pada 2025.
“ISTIC ini program baru taraf internasional, untuk mendompleng kualitas UM di tingkat internasional, tentunya akan menguntungkan kita jika berhasil,” tuturnya.
Jadwal Pelaksanaan Program
Kegiatan ini dibagi menjadi dua pertemuan yaitu ISTIC Science Tecnology Inovation (STI) Policy akan dilaksanakan September 2025. Sedangkan untuk ISTIC, pertemuan internasional ini akan dilaksanakan 14-18 Juli 2025 di Kuala Lumpur, dilanjutkan di UM pada 19-25 Juli 2025.
Markus berharap dengan program internasional yang keduanya akan dilaksanakan pada 2025, menjadi pelopor untuk universitas lain bisa memulai program serupa.
“Belum pernah ada dan perlu menjadi yang pertama, belum tentu menjadi nomor satu, yang pertama akan selalu diingat,” ungkapnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Sinta Ayudiya
Editor: Dwi Lindawati