• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pasuruan tugu jatim

N (15) bersama orang tuanya saat dilakukan assesment psikologi oleh PPA Kabupaten Pasuruan di rumahnya. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

Upaya Mencegah Kasus Serupa Geng Berkaus Pasuruan Kutho Begal Kembali Terulang

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Video penganiayaan geng berkaus “Pasuruan Kutho Begal” viral di media sosial. N (15) dianiaya empat pemuda di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (2/3/2023) lalu.

Dalam video itu, N tampak dianiaya secara bergantian oleh T (20), H (15), D (15), dan A (16) karena hal sepele. Hasil penyelidikan polisi, N dianiaya karena tak aktif di grup WhatsApp dan enggan ikut kumpul maupun nongkrong. Sehingga T, ketua kelompok tersebut, tersinggung dan emosi.

You might also like

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

20/07/2026 2:30 PM
Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

18/07/2026 4:04 PM

Peristiwa ini mendapat tanggapan dari psikolog, Putri Saraswati MPsi. Dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menyatakan bahwa kasus ini termasuk sebagai perundungan atau bullying kategori kekerasan fisik.

“Bullying sebenarnya dilakukan secara terus menerus oleh mereka yang lebih kuat, punya kuasa kepada mereka yang lebih lemah,” jelasnya, pada Minggu (5/3/2023).

Menurut Putri, perlu keterlibatan semua pihak untuk bisa memutus mata rantai kasus bullying. Selain ditangani secara hukum oleh kepolisian, perlu keterlibatan para orang tua hingga pihak sekolah.

“Karena kalau tidak tertangani dengan baik, korban bullying itu nantinya bisa jadi juga akan menjadi pelaku bullying kelak,” imbuhnya.

Putri menjelaskan bahwa pencegahan bullying harus dilakukan sedini mungkin dari keluarga, terutama orang tua sebagai pihak yang paling dekat dengan anak.

Menurutnya, orang tua harus mendidik anak dengan memberikan contoh yang baik. Salah satunya dengan tidak berperilaku kasar atau menghukum secara berlebihan anak yang melakukan kesalahan. “Cara mendisiplinkannya harus benar, karena anak itu meniru. Anak yang merasa tertindas di rumah bisa jadi melakukan bullying karena didikan yang kurang tepat,” paparnya.

Putri menambahkan bahwa dengan kemajuan teknologi di era modern saat ini, tak bisa dipungkiri bahwa orang tua sudah tidak bisa mengontrol penuh pergaulan anaknya. Maka, orang tua harus tetap bisa memposisikan dirinya sebagai teman dan sahabat terdekat bagi anaknya, sehingga anak tetap bisa terbuka terkait masalah yang dihadapinya kepada orang tua.

“Orang tua yang hanya menyuruh, tidak memberikan contoh baik dan tidak memberi rasa aman dan nyaman, maka anak akan cari ke luar lingkungan yang nyaman buat dia. Nah iya kalau dapatnya temen yang baik, kalau tidak, maka kasihan anak itu,” jelasnya.

Menurut Putri, pola didik yang baik untuk mencegah bullying juga harus diberlakukan sekolah. Guru sebagai pengganti orang tua tak boleh mendisiplinkan siswa dengan cara yang menyakiti, baik fisik maupun verbal.

Pihak sekolah juga perlu menerapkan sistem kontrol dan pengawasan ketat sehingga tidak terjadi perundungan di antara siswa. “Bullying bisa dicegah dengan sistem yang tidak ada toleransi, dibuat aturan yang jelas, guru tidak boleh menyakiti murid, kalau melanggar harus disanksi potong gaji atau penundaan kenaikan pangkat,” ucapnya.

“Kalau murid yang menyakiti temannya, sanksinya misal bisa dikurangi poin nilainya,” pungkasnya.

Tags: berita Pasuruanberita Pasuruan hari inibullying pasuruanKabupaten PasuruanPasuruan Kutho Begal
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

TNI AD

Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Berikut Kronologi Kejadian dan Korban Tewas

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 8:55 PM
0

MADIUN, Tugujatim.id – Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meledak pada...

CR-V.

5 Korban Tewas Kecelakaan Maut Tol Pandaan-Malang, Sopir Honda CR-V Hantam Truk Parkir Diduga Microsleep

by Dwi Linda
16/07/2026 3:17 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil dan truk terjadi di jalan Tol Pandaan-Malang KM 71/B, tepat di wilayah...

Next Post
piala by.u tugu jatim

Piala by.U Ajak Milenial di Blitar Bergaya Hidup Sehat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID