TUBAN, Tugujatim.id – Gempa susulan di wilayah Kabupaten Tuban masih terjadi mulai pukul 11.22-19.19 WIB atau sekira selama tujuh jam. Gempa awal yang mengguncang wilayah Tuban, Jawa Timur, diikuti oleh serangkaian gempa susulan yang menggetarkan daerah tersebut.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam semalam terjadi sebanyak 70 gempa susulan.
“Hingga saat ini pukul 19.19 WIB sudah terjadi 70 gempa susulan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kelas III Tuban Zem Irianto Padama pada Jumat (22/03/2024).
Baca Juga: Gempa Bumi Lebih Besar Kembali Guncang Tuban, Kekuatan Magnitudo 6,5
Dia mengatakan, gempa utama awalnya mencapai Magnitudo 6,0 dan telah menimbulkan kerusakan bangunan di beberapa wilayah sekitarnya. Meski tidak ada laporan korban jiwa, guncangan tersebut mengakibatkan kepanikan di antara warga.
Kemudian disusul beberapa gempa lainnya yang juga sempat dirasakan warga. Bahkan, sekira pukul 15.56 WIB dengan kedalaman 10 km, kekuatan gempanya lebih besar daripada yang pertama yakni Magnitudo 6,5.
BMKG terus memantau situasi dan memberikan peringatan kepada masyarakat setempat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang lebih kuat. Tim penyelamat dan relawan telah dikerahkan untuk membantu dalam upaya evakuasi dan bantuan kedaruratan.
Meski begitu, sampai saat ini gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di laut Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Warga diminta untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari otoritas setempat serta siaga terhadap informasi resmi dari BMKG. Pihak berwenang juga mengingatkan agar masyarakat menjauhi bangunan yang rusak dan menghindari daerah rawan longsor untuk mengurangi risiko cedera atau kecelakaan.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” imbaunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








