JEMBER, Tugujatim.id – Menyusul berakhirnya pagelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember dengan sigap melakukan operasi pembersihan intensif di pusat kota.
Area-area vital seperti Jalan Sultan Agung, lapangan tengah kota, serta jalur yang dilewati parade JFC 2025 mendapat perhatian khusus dalam proses pembersihan. Mengingat, pagelaran bertaraf internasional tersebut menarik antusiasme warga yang secara tidak langsung menghasilkan sampah.
Tenaga pembersih dalam jumlah besar dimobilisasi begitu acara usai. Tim dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengcover lokasi-lokasi krusial dengan perlengkapan lengkap seperti alat sapu, cangkul, kereta dorong, dan kendaraan pengumpul limbah.
Baca Juga: 10 Defile Grand Carnival JFC 2025 Pukau Penonton, Puncak Pertunjukan Busana Kelas Dunia di Jember
Jenis sampah yang ditemukan mayoritas adalah bungkus makanan, wadah plastik bekas minuman, dan sisa konsumsi lainnya. Kepala DLH Jember Indra Arianto menyatakan, menjaga kebersihan setelah event skala besar seperti JFC 2025 merupakan hal yang tidak bisa ditawar demi mempertahankan keasrian, kenyamanan, dan kesehatan kota.
“JFC adalah kebanggaan sekaligus daya tarik pariwisata Jember. Namun demikian, kami wajib memastikan limbah dari ribuan tamu dapat segera ditangani supaya tidak menimbun dan merusak ekosistem,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Senin (11/8/2025).
DLH Ajak Warga Lestarikan Kebersihan saat Event
Di samping aktivitas pembersihan, pihak pengelola lingkungan mengajak partisipasi aktif warga dan pengunjung dalam melestarikan kebersihan selama penyelenggaraan acara.
“Tim kami siap bekerja keras, namun kontribusi masyarakat jauh lebih signifikan. Mohon buang sampah sesuai tempatnya, gunakan fasilitas yang disediakan, atau bawa pulang sampah bila wadah pembuangan sudah penuh,” serunya.
JFC selama ini merupakan agenda pariwisata utama di Jember yang memikat pengunjung domestik maupun internasional. Pertunjukan busana inovatif di jalanan tidak hanya memamerkan kesenian dan tradisi lokal, namun juga mengaktifkan perekonomian masyarakat setempat.
Instansi pengelola lingkungan menegaskan bahwa kesuksesan suatu kegiatan bukan semata-mata dinilai dari kemeriahan pelaksanaannya, melainkan juga dampak baik yang tertinggal.
“Mari kita wujudkan bahwa Jember tidak hanya cantik saat berkarnaval, tetapi tetap bersih dan hijau sesudahnya,” tutupnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








