Usung FELA Playmat, Mahasiswa UM Malang Raih Fully Funded Kompetisi AISEEF 2022

Usung FELA Playmat, Mahasiswa UM Malang Raih Fully Funded Kompetisi AISEEF 2022

  • Bagikan
Karya FELA Playmat tim PKM mahasiswa UM Malang/tugu jatim
Karya FELA Playmat tim PKM mahasiswa UM Malang. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan Universitas Negeri Malang tak henti-hentinya menorehkan prestasi. Setelah dinyatakan lolos pendanaan PKM oleh Kemdikbud-Ristek, kini tim yang diketuai Bunga Almia itu berhasil meraih dua mendali di ajang internasional, tepatnya pada bulan Juni lalu.

Dua medali itu adalah Gold Medal pada World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC) kategori education dan Silver Medal kategori Business Plan dalam ajang Indonesia Education International Innovative Competition (IEI2C).

Pada ajang WSEEC, tim yang biasa dipanggil FELA tersebut berhasil mendapatkan reward fully funded pada kometisi AISEEF, yakni Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair tahun 2022. Fully Funded ini berupa gratis biaya registrasi lomba, akomodasi, dan transportasi.

Saat ini FELA Playmat telah diproduksi secara massal oleh tim FELA dengan kesesuai jurusan yang mumpuni di bidangnya masing-masing. Orang-orang yang tergabung di antaranya Bunga Almia, Gane Sari, Santina Putri (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dan Student Exchange prodi English Philology, Vistula University).

Bagus Prastyo (Mahasiswa Teknik Elektro), Muhammad Ricky Perdana Putra (Mahasiswa Teknik Informatika), Nisa Haliyati Royyan (Mahasiswa Desain Komunikasi Visual), Savarina Aurelia Callista (Mahasiswa Manajemen). Serta dibimbing langsung oleh dosen Sastra Inggris, Ibu Hasti Rahmaningtyas S.Pd.,M.A.

Mengusung FELA Playmat, yaitu mainan edukasi bertema teknologi untuk pembelajaran anak prasekolah. Tim ini percaya bahwa inovasinya mampu membawa mereka ke kemenangan. “FELA Playmat adalah mainan berupa karpet yang dilengkapi dengan keyboard interaktif serta layar LCD, pertama di Indonesia,” ujar Bunga ketua tim.

Berawal dari riset pasar yang menunjukkan ketertinggalan Indonesia pada mainan berbasis teknologi, tim FELA tergerak untuk menciptakan gebrakan di dunia industri mainan.

“Semakin unik dan bermanfaat sebuah produk, InsyaAllah kami yakin FELA Playmat akan memperoleh banyak dukungan dan kesuksesan,” tambah Savarina.

Bermain adalah dunia anak prasekolah, melalui maianan FELA Playmat, tim FELA yakin bahwa proses transfer ilmu akan lebih maksimal dan menyenangkan. Ditambah adanya desain yang menarik, audio, dan pengaplikasian empat metode pembelajaran bahasa Inggris pada mainan, tim FELA yakin bahwa inovasinya unggul dan layak bersaing di pasaran.

  • Bagikan