JEMBER, Tugujatim.id – Terobosan digital Pemerintah Kabupaten Jember melalui platform “Wadul Gus’e” mencatatkan prestasi membanggakan. Tercatat, Wadul Gus’e menyelesaikan 89 persen dari 4.408 aduan masyarakat hanya dalam lima bulan sejak diluncurkan.
Inovasi Wadul Gus’e ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjembatani komunikasi antara pemerintah dan rakyat secara efektif.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember menggelar pelatihan massal pada Senin (04/08/2025) di RM Lestari untuk memastikan seluruh aparatur kecamatan dan kelurahan siap mengoperasikan sistem pengaduan digital yang terintegrasi dengan program kesehatan universal.
Baca Juga: Respons Aduan Warga di Wadul Gus’e, Perbaikan Jalan di Perlintasan KA Garahan Jember Dimulai
“Ini bukan sekadar platform biasa, tetapi revolusi cara pemerintah melayani masyarakat,” tegas Kepala Bidang Aspirasi dan Informasi Publik Diskominfo Jember, saat mewakili Kepala Dinas Rachmat Agung Purnama.
Platform yang diluncurkan Maret lalu ini, kini telah diperluas hingga tingkat kecamatan setelah menunjukkan respons positif dari masyarakat. Strategi ini dipilih karena mayoritas permasalahan pelayanan publik berada di garis terdepan pemerintahan.
“Kami membagi sosialisasi menjadi enam titik strategis untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” ungkap Agung menjelaskan strategi pemerataan akses informasi.
Warga Cukup Bawa KTP dan KK untuk Akses Kesehatan
Menariknya, pertanyaan terbanyak di platform Wadul Gus’e ternyata seputar akses kesehatan gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC). Dr Sendy Dwi Pertiwi dari Puskesmas Kaliwates mengungkap kemudahan akses program ini.
“Syaratnya sangat sederhana: KTP dan KK Jember, khususnya untuk masyarakat tidak mampu. Kami hadir untuk memastikan tidak ada warga Jember yang terpaksa sakit karena keterbatasan biaya,” jelas dokter yang langsung terlibat dalam implementasi program ini.
Program UHC memungkinkan masyarakat mendaftar langsung di fasilitas kesehatan terdekat tanpa prosedur berbelit-belit, menciptakan akses kesehatan yang lebih demokratis.

Tim Wadul Gus’e yang dipimpin Rizky Ramadhan mengintegrasikan seluruh media sosial Pemkab Jember – WhatsApp, Instagram, TikTok, dan Facebook, sebagai pintu masuk pengaduan. Sistem ini memungkinkan warga melaporkan permasalahan dengan lampiran foto, video, dan identitas lengkap.
“Transparansi adalah kunci. Setelah masalah diselesaikan, kami meminta testimoni sebagai bentuk akuntabilitas publik,” tambah Rizky menjelaskan mekanisme feedback yang dibangun.
Keberhasilan ini menandai era baru pelayanan publik di Jember yang mengandalkan teknologi sebagai jembatan komunikasi. Dengan tingkat penyelesaian 89 persen, platform ini membuktikan bahwa inovasi digital dapat menghadirkan pemerintahan yang responsif dan akuntabel.
Pelatihan yang melibatkan sekretaris kecamatan, sekretaris kelurahan, dan operator teknis ini diharapkan akan meningkatkan kualitas respons dan mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan masyarakat di masa mendatang. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








