Tugujatim.id – Seorang penulis atau pegiat literasi pasti tidak asing dengan tesaurus. Usut punya usut, ternyata sejarah tesaurus sendiri diperingati setiap 18 Januari. Lalu apa itu Hari Tesaurus dan mengapa penting bagi dunia literasi, berikut penjelasannya.
Mengutip dari laman RRI, Hari Tesaurus diperingati setiap 18 Januari untuk mengenang Peter Mark Roget, penulis pertama tesaurus. Tanggal tersebut merupakan hari kelahiran dari Mark Roget.
Baca Juga: Peringatan Hari Desa 2026, Bupati Tuban: Desa Kunci Kekuatan Fondasi Pembangunan Nasional
Kata “tesaurus” berasal dari bahasa Yunani thesauros, yang artinya “gudang” atau “himpunan harta karun”. Sebelum abad ke-19, istilah tersebut kerapkali digunakan untuk menyebut kamus atau ensiklopedia. Namun, konsep tesaurus sebagai daftar sinonim yang dikelompokkan secara tematik baru benar-benar lahir melalui tangan dingin Roget.
Tulisan dari Lawrence Kruger dalam artikel jurnal yang terbit pada laman PubMed menyebutkan bahwa Peter Mark Roget adalah seorang dokter, ahli matematika, dan teolog asal Inggris. Bagi Roget, bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan dari struktur pemikiran manusia.
“Peter Mark Roget (1779-1869) is best known for his Thesaurus, a project completed late in his long life. He trained as a physician, practiced medicine, and was interested in many branches of science. Much of his life was dedicated to the systematization of knowledge and identifying relationships. (Peter Mark Roget (1779-1869) paling dikenal karena Thesaurus-nya, sebuah proyek yang diselesaikan di akhir hidupnya yang panjang. Dia terlatih sebagai dokter, berpraktik kedokteran, dan tertarik pada banyak cabang ilmu pengetahuan. Sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk sistematisasi pengetahuan dan mengidentifikasi hubungan antar pengetahuan),” tulis Lawrence ketika menggambarkan sosok Roget.
Roget baru memulai menyusun daftar kata pada tahun 1805 sebagai upaya pribadi untuk membantu dirinya menulis lebih baik. Namun, baru pada tahun 1852, setelah dia pensiun dari dunia kedokteran, karya monumentalnya yakni Thesaurus of English Words and Phrases, diterbitkan.
Sementara itu, peringatan pada 18 Januari sebagai Hari Tesaurus bertujuan untuk menghargai warisan intelektual Roget. Berbeda dengan kamus yang menjelaskan arti kata, tesaurus membantu seseorang, terutama pegiat literasi menemukan kata yang paling tepat untuk sebuah konsep.
Selain itu, sedikitnya terdapat 3 alasan mendasar mengapa peringatan akan Hari Tesaurus dipandang penting.
Peringatan ini berkaitan dengan pelestarian presisi bahasa. Tesaurus mencegah pengulangan kata yang membosankan dan membantu penulis menemukan nuansa makna (nuance) yang berbeda.
Lalu, tesaurus juga dapat menjadi stimulan kreativitas. Aktivitas membuka tesaurus seringkali memicu ide baru melalui asosiasi kata yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Baca Juga: Hari Desa Nasional 2026, Bangun Desa Bangun Indonesia
Kemudian, peringatan terhadap hari ini merupakan bentuk penghormatan terhadap logika. Sistem klasifikasi Roget awalnya didasarkan pada klasifikasi ilmiah, membagi dunia ke dalam kategori seperti ruang, materi, dan intelektualitas.
Sementara itu, pada era kecerdasan buatan dan penulisan instan, tesaurus tetap relevan. Mesin pencari dan perangkat lunak pengolah kata menggunakan algoritma berbasis tesaurus untuk memberikan saran koreksi teks. Namun, esensi dari tesaurus Roget tetap sama yakni sebuah upaya manusia untuk memetakan luasnya samudera pemikiran melalui kata-kata.
Berikut informasi tentang apa itu Hari Tesaurus dan penjelasan singkatnya. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








