Wali Kota Malang Sutiaji Target Vaksinasi Selesai selama PPKM Darurat

  • Bagikan
Wali Kota Malang Sutiaji (kiri) didampingi Wawali Kota Malang Sofyan Edi Sujarwo. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)
Wali Kota Malang Sutiaji (kiri) didampingi Wawali Kota Malang Sofyan Edi Sujarwo. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Selain pembatasan aktivitas, pemda di Jawa dan Bali yang ditunjuk memberlakukan PPKM Darurat juga wajib menuntaskan target vaksinasi minimal mencapai 70 persen dari total populasi setiap daerah maksimal hingga Agustus 2021. Di Kota Malang, capaian vaksinasi hingga saat ini diklaim Wali Kota Malang Sutiaji hanya tersisa 1.000 orang saja yang belum divaksin. Sisa target ini rencana akan dituntaskan selama PPKM Darurat selama 14 hari ke depan.

”Dari total target kami sebanyak 180 ribu warga, dari info terbaru yang saya dapat, tersisa hanya 1.000 warga yang belum tervaksin. Ini akan jadi agenda utama kami nanti selama PPKM Darurat,” terang Sutiaji Jumat (02/07/2021).

Selain itu, Sutiaji mengatakan, nanti juga akan meningkatkan testing (swab antigen) hingga di tingkat RT-RW. Jadi, nanti dari tim satgas Covid-19 akan jemput bola ke kampung-kampung untuk melakukan testing. Mitigasi ini juga jadi bagian penting dari PPKM Darurat.

Seperti diketahui, Kota Malang menjadi 1 dari 44 kota dan kabupaten se-Jawa Bali yang dinilai dari segi pertambahan kasus konfirmasi harian masih fluktuatif. Harapannya dari PPKM Darurat ini, ada penurunan kasus di bawah angka 10 ribu per hari.

Karena itu, bagaimanapun kebijakan ini menurut Sutiaji juga harus diterapkan, mengingat kondisi darurat penyebaran virus yang kembali mengganas.

”Semoga dengan kebijakan ini, situasi penularannya bisa dikendalikan,” harapnya.

”Terus terang, saya juga sudah gerah. Saya ingin kembali hidup normal tanpa masker. Mohon dipahami, kepentingan pribadinya ditahan dulu sementara,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Kota Malang ini menjelaskan, PPKM Darurat lebih ketat dibanding PSBB sebelumnya. Di mana ada sejumlah sektor yang ditutup seperti mall, kegiatan perkantoran, tempat ibadah, hingga kegiatan-kegiatan sosial, seni, dan budaya.

”Juga pengawasan mobilitas orang mulai antar perbatasan wilayah hingga di tingkat RT-RW akan lebih diketati. Saya harap petugas di RT-RW juga lebih ketat lagi,” terang dia.

Sementara itu, untuk aktivitas ekonomi lokal di sektor kritikal penyedia kebutuhan pokok seperti pasar, supermarket, warung-warung (UMKM) tetap boleh buka. Namun, dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 WIB.

Untuk aktivitas UMKM seperti restoran, warung, hingga kafe juga tetap boleh buka. Namun, hanya dibolehkan melayani sistem take away alias tidak boleh makan atau nongkrong di tempat.

Sutiaji juga menjamin penyaluran bansos akan dialirkan kembali seperti sebelumnya secara cepat dan tepat sasaran bagi warga terdampak. Terkait besaran anggaran bansos yang akan dikucurkan, Sutiaji mengatakan, masih akan dipertimbangkan.

”Nanti akan kami rapatkan lagi. Yang jelas kehadiran negara bagi warga terdampak jelas ada,” tegasnya.

  • Bagikan