• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Festival Ilmiah Santri 2026.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI Prof Stella Christie PhD memberikan pemaparan materi soal AI dalam Festival Ilmiah Santri 2026 di STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang, Sabtu (07/02/2026). (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Festival Ilmiah Santri 2026, Wamen Stella Christie Ajari Santri Al-Hikam Malang Belajar Sains hingga AI

Dwi Linda by Dwi Linda
4 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pesantren Al-Hikam Malang selenggarakan Festival Ilmiah Santri 2026 di STAI Ma’had Aly Al-Hikam Malang, Sabtu (07/02/2026). Festival ini menjadi kali ketiga kesempatan besar bagi para santri untuk menciptakan karya-karya ilmiah.

Salah satu rangkaian acaranya, yaitu Al-Hikam Talk yang menghadirkan para pemateri yang andal. Mereka adalah Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI Prof Stella Christie PhD, Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional Sabrang Mowo Damar Panuluh, dan Penulis Buku Best Seller Gramedia Ahmad Rifa’i Ri’fan. Pada talkshow ini, mereka akan membahas tentang integrasi teknologi dan etika.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Baca Juga: Wamen Stella Christie dan Sabrang Letto Bakal Hadiri FIS Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang

Mengapa Terbentuk Festival Ilmiah Santri 2026?

Festival Ilmiah Santri 2026 memiliki tema “Sains dan Etika sebagai Kompas Generasi Muda dalam Menentukan Arah Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan”. Tema ini juga menjadi salah satu keresahan masyarakat di era modern yang mulai didominasi oleh penggunaan Artificial Intelligence (AI).

WhatsApp Image 2026 02 06 at 13.51.59

Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang Drs KH Moch. Nafi’ mengungkapkan kekhawatirannya terhadap derasnya arus teknologi informasi di era modern ini.

“Sebagai orang tua, kami mengkhawatirkan derasnya teknologi informasi ini membuat kami belum cukup memiliki standing position yang kokoh sehingga sulit untuk membedakan mana yang baik dan buruk,” ucap Nafi’.

Festival Ilmiah Santri 2026 Al-Hikam.
Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang Drs KH Moch. Nafi’ memberikan sambutan pada acara Festival Ilmiah Santri 2026 pada Sabtu (07/02/2026). (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Dengan menghadirkan berbagai pemateri yang ahli di bidangnya, Nafi’ berharap, para santri dapat dengan mudah membedakan mana arus informasi yang benar dan salah.

“Kami ingin mendapatkan setidaknya bagaimana anak-anak kami agar bisa membedakan kedua hal itu. Karena kami yakin derasnya arus ini juga dipengaruhi oleh siapa yang mendengar suara tersebut,” ujar Nafi’.

Sementara di sisi lain, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dr H.M. Hasanuddin Wahid MHum juga berharap agar kegiatan festival ini dapat terus diselenggarakan.

Festival Ilmiah Santri Al-Hikam 2026.
Anggota DPR RI Dr H M. Hasanuddin Wahid MHum memberikan sambutan pada acara Festival Ilmiah Santri 2026 di Pesantren Al-Hikam Malang. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

“Semoga kegiatan ini terus berkembang dan sanggup melahirkan mahasiswa dan santri yang betul-betul menjadi penulis andal dan menciptakan karya ilmiah yang bermanfaat,” harap Hasanuddin.

Artificial Intelligence dan Manusia

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof Stella Christie PhD mengajak para santri untuk mengenal dasar Artificial Intelligence (AI) terlebih dahulu.

“AI sangat bertumpu kepada data, semakin banyak dan semakin berkualitas datanya, semakin akurat model AI tersebut,” jelas Stella.

AI terdiri dari input berupa data yang kemudian diolah untuk menghasilkan output berupa data pula. Karena itu, dia mengatakan, AI terus berkembang sesuai algoritma data yang dimasukkan.

“Inilah kenapa Indonesia sangat penting untuk menentukan perkembangan AI karena kita memiliki banyak data, sehingga negara harus berhati-hati agar data masyarakat tidak diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab,” papar Stella.

Festival Ilmiah Santri 2026 di Al-Hikam.
Wamendiktisaintek Prof Stella Christie PhD memberi pemaparan materi tentang AI dan manusia pada agenda Al-Hikam Talk yang menjadi rangkaian acara Festival Ilmiah Santri 2026. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Namun, munculnya AI di era modern ini membawa banyak dampak di berbagai sektor, seperti lingkungan pekerjaan yang semakin menipis, penggunaan AI untuk menyelesaikan tugas dalam pendidikan tanpa berpikir kognitif, hingga memberikan dampak sosial berupa penyebaran hoax.

Untuk mengatasi hal tersebut, Stella menguraikan apa saja yang harus dilakukan agar kita tidak tergantikan oleh AI.

“Pertama, literasi AI, kita harus mampu mengevaluasi kinerja AI, menilai masalah yang bisa diselesaikan dengan AI atau tidak. Selanjutnya, ayo berhenti dan berpikir sejenak agar dapat membedakan mana yang fake mana yang real,” ujar Stella.

Menurut dia, terdapat dua hal yang paling penting dipegang untuk menghadapi era AI ini.

“Bidang edukasi di era AI ini punya dua hal penting, yaitu harus mampu membuat kita bernalar dan berpikir, dan mulai pentingkan proses bukan hasil,” kata Stella.

Dia mengaku sangat senang dan sangat mengapresiasi acara Festival Ilmiah Santri ini.

Festival Ilmiah Santri Al-Hikam 2026.
Para santri aktif mengikuti Festival Ilmiah Santri 2026 hingga akhir pada Sabtu (07/02/2026) di Pesantren Al-Hikam Malang. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

“Saya senang sekali dan sangat mengapresiasi Festival Ilmiah Santri, luar biasa karena selain mempelajari agama secara dalam, kalian juga belajar tentang ilmiah,” kata Stella.

Dia menyampaikan pesan kepada para santri dan pengajar bahwa semua tergantung bagaimana cara kita menyikapi AI dalam kehidupan sehari-hari.

“Semua itu tergantung oleh Anda sendiri. Jika Anda menganalisis dan mengevaluasi output dari AI, Anda tidak akan tergantikan. Jika Anda tidak mau ketinggalan maka ayo ciptakan karya, dan inilah yang harus kita budayakan di perguruan tinggi,” ujar Stella.

Perspektif Nalar Ilmiah dan Kepekaan Budaya Membentuk Santri Berdaya Saing

Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional Sabrang Mowo Damar Panuluh menguraikan tentang kedaulatan berpikir sebagai permulaan dalam memahami perspektif nalar ilmiah.

“Kedaulatan berpikir adalah kemampuan untuk menyimpan dua konsep yang kontradiktif tanpa menjadikan diri sendiri bingung dan break down,” ujar Sabrang.

Namun, dalam hal ini Sabrang juga menerangkan bahwa sayangnya tidak semua orang memiliki kedaulatan berpikir.

“Jangan menganggap semua orang harus punya kedaulatan berpikir, karena nggak semua orang punya privilege untuk punya kedaulatan berpikir,” kata Sabrang.

Festival Ilmiah Santri 2026 Al-Hikam Malang.
Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional Sabrang Mowo Damar Panuluh (kanan) mengisi Al-Hikam Talk dengan materi “Perspektif Nalar Ilmiah dan Kepekaan Budaya Membentuk Santri Berdaya Saing”. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Bagi Sabrang, orang-orang yang memiliki kedaulatan berpikir ialah para santri dan mahasiswa perguruan tinggi yang seharusnya lebih bijak dalam menentukan baik buruknya informasi. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang yang tidak bersekolah tinggi tidak memiliki kedaulatan berpikir.

Sabrang melanjutkan bahwa cara berpikir tersebut juga dapat dikombinasikan dengan AI.

“Nah, AI itu bisa jadi salah satu cara mencari informasi lebih mudah, gitu aja,” kata Sabrang.

Dia menganggap bahwa tidak ada satu pun teknologi di dunia yang punya dasar positif atau negatif, semua tergantung pada siapa yang pakai dan digunakan untuk apa.

“Mohon maaf ya, di dunia AI orang tidak ada kesempatan bodoh, karena harusnya malah akan menjadi sangat mudah kalau belajar dan mau bertanya dengan AI,” ujar Sabrang.

Dia menjelaskan bahwa munculnya teknologi merupakan hasil dari perpanjangan energi manusia.

“Semua teknologi itu adalah perpanjangan energi dari apa yang bisa dilakukan manusia, contohnya AI adalah hasil dari perpanjangan kemampuan kognitif manusia,” jelas Sabrang.

Pameran Festival Ilmiah Santri 2026.
Pameran karya ilmiah santri di Festival Ilmiah Santri 2026. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Karena AI merupakan hasil ciptaan manusia, dia mengatakan, seharusnya manusia juga tidak boleh kalah dari AI.

“Nah, gimana cara biar nggak kalah dari AI? Ya kita harus upgrade skill apa yang AI tidak bisa. Contoh, pengetahuan lokal AI nggak gitu paham, dia hanya tahu hal-hal yang umum, ya kita upgrade itu pengetahuan lokal,” tutur Sabrang.

Menurut Sabrang, AI mengambil pekerjaan yang tadinya bisa dikerjakan manusia jadi dikerjakan oleh teknologi. Namun, ada hal yang tidak mungkin digantikan oleh AI, yaitu hal yang berbasis pengalaman, pariwisata, hingga membuat kerajinan.

“Yang membuat Anda ketinggalan itu ketidakmampuan untuk beradaptasi bukan science. Kalau Anda berpikiran dengan belajar science bisa bertahan, ya silakan belajar science,” ujar Sabrang.

Di ujung materi, Sabrang berpesan kepada masyarakat untuk berani melakukan aksi bukan hanya diam saja.

“Wani tandang opo ora. (Berani melakukan atau tidak, Red),” kata Sabrang.

Peran Santri dalam Percakapan Keilmuan dan Kreativitas di Era Modern

Berkaitan dengan materi yang telah disampaikan oleh Prof Stella Christie PhD dan Sabrang Mowo Damar Panuluh, Festival Ilmiah Santri 2026 juga menghadirkan seorang penulis yang mungkin dapat membangkitkan jiwa berkarya para santri.

Seorang penulis buku best seller Gramedia, Ahmad Rifa’i Rif’an memulai karir menulisnya melalui Blogspot.

“Saat itu saya hanya menulis wejangan-wejangan dari ustad saya di sebuah blog, dan ternyata ada yang minta mengembangkan tulisan tersebut untuk menjadi sebuah buku,” kata Rifa’i.

Dia berkata bahwa saat itu dirinya masih belum percaya diri dengan tulisannya dan belum ada waktu untuk memperbaikinya.

Festival Ilmiah Santri Al-Hikam.
Penulis buku best seller Gramedia Ahmad Rifa’i Rif’an memberikan materi tentang kreativitas kepenulisan pada santri Pesantren Al-Hikam. (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

“Awalnya saya tidak berkeinginan untuk menjadikannya buku, tapi setelah itu saya akhirnya menulis sendiri, ngedit sendiri, bikin cover sendiri pakai Microsoft Word,” cerita Rifa’i.

Dia menganggap bahwa buku merupakan salah satu wawasan yang tidak bisa hilang.

“Buku akan berjejer di perpustakaan, tidak seperti media sosial yang mudah sekali berganti atau bergeser trennya. Dari buku dan tulisan kita bisa mendapatkan banyak sekali manfaat,” ujar Rifa’i.

Dia juga membagikan beberapa tips agar sebuah tulisan dapat berisi ilmu yang mudah dipahami oleh banyak orang.

“Teman-teman harus menguasai materi terlebih dahulu, selanjutnya ikat materi itu dengan cara menuliskannya, menebarkan ilmu melalui media apa pun yang penting bisa tersampaikan ke publik sebanyak mungkin,” tutur Rifa’i.

Festival Ilmiah Santri 2026.
Foto bersama kegiatan Festival Ilmiah Santri 2026 yang diselenggarakan di Pesantren Al-Hikam Malang pada Sabtu (07/02/2026). (Foto: Nur Laila Khoriroh/Tugu Jatim)

Dia mengatakan bahwa di usia mahasiswa ini sangat tepat jika para santri ingin berkarya.

“Motivasi yang harus kita bawa bukan finansial, bukan akademis, tapi motivasi ketika kita bisa membuat karya yang membawa manfaat bagi orang lain, bisa mengajak orang menuju kebaikan,” ujar Rifa’i.

Dia juga menerangkan tentang privilege yang harus kita manfaatkan untuk berkarya.

“Faktanya, hampir seluruh profesi di dunia ini butuh skill menulis. Maka, nggak pernah kita sia-sia ketika belajar menulis, proses berpikir bisa jadi lebih teratur, juga dapat mengajarkan sesuatu kepada banyak orang meskipun tidak bertemu dengan mereka,” tutur Rifa’i.

Baca Juga: Rayakan Hari Santri Nasional, Lesbumi NU Kota Malang dan Pesma Al-Hikam Malang Gelar Mbeber Klasa

Dia juga menjelaskan agar kita seimbang dalam mengasah keterampilan baik teknologi maupun kreativitas.

“Tantangan zaman modern tidak hanya membutuhkan kecanggihan science dan teknologi, tetapi juga kedalaman ilmu, kreativitas, serta landasan etika agar perkembangan ilmu tetap membawa keberkahan,” pesan Rifa’i.

Menyiapkan Generasi Santri Berdaya Saing lewat Festival Ilmiah Santri 2026

Festival Ilmiah Santri 2026 menjadi ruang penting bagi santri untuk tidak hanya memahami perkembangan sains dan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai etika dan nalar kritis dalam menyikapinya. Melalui diskusi, refleksi, dan dorongan untuk berkarya, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang memiliki kedaulatan berpikir, adaptif terhadap perubahan zaman, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Nur Laila Khoriroh

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniFestival Ilmiah Santri 2026 Al-HikamFestival Ilmiah Santri 2026 Kota MalangKota Malang hari iniMalangPesantren Al-Hikam MalangSantri Al-Hikam Kota MalangTenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional Sabrang Mowo Damar PanuluhWamen Stella Christie
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Mujahadah Kubro

Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang Tembus 107.049 Orang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID