TUBAN, Tugujatim.id – Ratusan warga dari Desa Tasikharjo dan Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, menggeruduk PT Trans Pacific Petrochemical Indotama Tuban (PT TPPI Tuban), Senin (27/10/2025). Massa menuntut pertanggungjawaban usai insiden kebakaran kilang yang memicu kepanikan massal pada 16 Oktober lalu.
Aksi warga berlangsung sejak pagi dengan membawa sejumlah spanduk tuntutan. Massa menilai perusahaan produsen BBM Pertamax dan Pertalite itu abai terhadap keresahan masyarakat sekitar usai kebakaran di area pompa kilang.
“Kami hanya meminta keadilan. Kebakaran kemarin membuat warga panik, bahkan anak-anak mengalami trauma saat melihat asap hitam pekat,” ungkap Koordinator Aksi, Sutrisno (51), warga Desa Tasikharjo.
Tiga tuntutan utama yang disuarakan warga, pertama konpensasi untuk warga terdampak, minimal Rp300 ribu per kepala keluarga dalam bentuk sembako. Kedua Prioritas tenaga kerja lokal, minimal 1–2 persen untuk masyarakat ring 1. Serta Penguatan komunikasi perusahaan dengan warga, termasuk penambahan kuota Humas.
Menurut Sutrisno, insiden kebakaran kilang itu meninggalkan trauma mendalam. Ia mencontohkan keponakannya yang shock melihat flare asap hitam pasca kejadian kebakaran. “Ini dampak psikologis yang nyata,” tegasnya.

Selain itu, warga keberatan jika mediasi hanya dilakukan secara tertutup di dalam Kantor TPPI. Sebab, anggapan masa aksi akan hal -hal yang lainnya, jika memang ada pertemuan di dalam.
“Kami takut hasil audiensi diselewengkan. Kalau perwakilan tidak membawa hasil sesuai harapan warga, mereka bisa difitnah,” lanjutnya.
Masyarakat juga mengaku resah terhadap kondisi kilang yang dinilai sudah menua. Pabrik ini berdiri sejak 1997 dan mulai operasional 2004. Banyak jalur yang sudah usang.
“Wajar kalau kami takut kebakaran terulang,” tambahnya.
Jika tuntutan tidak dipenuhi, massa mengancam akan bertahan hingga empat hari ke depan. Namun mereka menegaskan aksi tetap damai tanpa memblokade akses keluar masuk karyawan TPPI. Dari data warga, jumlah penerima kompensasi diperkirakan sekitar 1.200 KK di Desa Remen dan 780 KK di Tasikharjo.
Area Manager Commercial & CSR PT TPPI Tuban, Tinoto, menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan beberapa kali mediasi pascakebakaran, difasilitasi Forkopimka dan Kalaksa BPBD.
“Tuntutan warga terutama soal kompensasi dan tenaga kerja. Manajemen menilai perlu melibatkan pihak ketiga sebagai mediator agar penilaian tuntutan objektif,” jelasnya.

Tinoto mengakui ada pembicaraan tentang kemungkinan pemberian sembako sebanyak 300 paket melalui mediator, saat itu yang menawarkan pihak Forkopimka dan Kalaksa BPBD Tuban. Namun tawaran itu disebut belum diterima warga.
Terkait kekhawatiran kebakaran terulang, pihaknya mengaku tengah melakukan evaluasi dan mitigasi.
“Bagian safety sudah bekerja untuk mencegah kejadian serupa. Saat ini investigasi lanjutan masih berjalan,” tandasnya.
Sampai saat ini aksi massa masih berlangsung sampai dengan tuntutan dipenuhi oleh pihak perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








