TUBAN, Tugujatim.id – Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Tuban semakin dirasakan masyarakat. Di sejumlah titik, warga harus mengantre gas LPG 3 kg sejak pagi bahkan berdesakan dan mengular demi memenuhi kebutuhan utama rumah tangga.
Pemandangan tersebut terlihat di pangkalan milik Andi Mustami yang berada di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban. Puluhan warga sudah memadati lokasi sejak pagi hari, berharap bisa mendapatkan jatah LPG 3 kg sebelum kehabisan.
Baca Juga: Distribusi Pertamina Lancar, Warga Tuban Justru Rebutan Gas LPG 3 Kg
Berdasarkan pantauan Tugujatim.id pada Sabtu (04/04/2026), antrean warga mulai terbentuk sejak sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, distribusi tabung LPG 3 kg baru tiba sekitar pukul 09.00 WIB dengan jumlah terbatas.

Keterbatasan jumlah tabung yang datang membuat warga harus berebut. Tidak sedikit yang sudah mengantre cukup lama, namun tetap tidak kebagian karena stok cepat habis.
Juwarti, 63, warga Kelurahan Sidomulyo, menjadi salah satu yang merasakan dampak kelangkaan tersebut. Dia mengaku sudah kesulitan mendapatkan LPG 3 kg sejak sepekan terakhir.
Warga Kesusahan LPG Langka
Selama itu, dia berusaha mencari ke sejumlah toko pengecer, namun hasilnya nihil. Begitu mendapat informasi adanya distribusi di pangkalan, dia langsung bergegas datang.
“Harganya Rp18.000 per tabung. Di pengecer lainnya Rp23 ribu-Rp25 ribu. Harapannya jangan langka, kasihan masyarakat,” ucap Juwarti.
Menurut dia, LPG 3 kg sangat dibutuhkan untuk memasak kebutuhan sehari-hari. Ketika gas sulit didapat, warga terpaksa mencari alternatif lain yang belum tentu mudah dijangkau.
“Kalau tidak ada ya pakai kayu. Tapi di pesisir juga susah,” tambahnya.

Kondisi tersebut membuat aktivitas memasak menjadi terganggu. Tak jarang, Juwarti memilih membeli lauk dan makanan jadi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Mau tidak mau, pengeluaran bertambah, karena beli masakan jadi,” terangnya.
Hal serupa juga dialami Syafii, 56, warga Sidomulyo lainnya. Dia mengaku kesulitan mendapatkan LPG untuk menunjang usahanya sehari-hari. Dia merasakan kesulitan LPG sejak 5 hari terakhir.
“Gas untuk membuat ikan pindang,” ujarnya singkat.
Bagi pelaku usaha kecil seperti Syafii, ketersediaan LPG menjadi hal krusial. Tanpa gas, proses produksi terhambat dan berdampak pada pendapatan.
Baca Juga: Viral! Warga Tuban Serbu Truk Pasokan LPG 3 Kg
Fenomena antrean panjang ini menunjukkan kondisi kelangkan gas melon yang masih berlanjut. Meski pemerintah dan pihak terkait menyebut stok dalam kondisi aman, kenyataan di tingkat masyarakat masih jauh dari harapan.
Warga berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk menormalkan distribusi LPG subsidi. Pasokan yang lancar dinilai sangat penting agar kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas usaha kecil dapat berjalan dengan baik.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya aktivitas memasak yang terganggu, tetapi juga berpotensi menambah beban ekonomi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada LPG subsidi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








