Tugujatim.id – Di tengah hiruk pikuk aktivitas mahasiswa Universitas KH Abdul Chalim di Pacet, Mojokerto, Jatim, ada kuliner soto enak dan murah yang selalu menggugah selera. Aroma wangi pun tercium dari Warung Djian, sebuah warung sederhana yang legendaris sajikan soto ayam di Pacet terpopuler di kalangan mahasiswa.
Lokasinya strategis berada di Jalan Raya Tirtowening No 17, Dusun Bendorejo. Warung soto ayam di Pacet terpopuler di kalangan mahasiswa ini bukan hanya sekadar tempat makan, melainkan pusat kuliner yang menyimpan cerita tentang perjuangan, kehangatan, dan cita rasa yang tidak terlupakan.
Warung Djian telah berdiri sejak 2015 atau 10 tahunan, tepat di sebelah rumah pemiliknya, Susana. Usaha ini sudah beroperasi bahkan sebelum kampus ramai oleh mahasiswa.
Baca Juga: Kuliner Malam Sego Goreng Resek Pak Man di Malang, 66 Tahun Berdiri Tak Pernah Pelit Topping
Awalnya, pembelinya terbatas pada warga desa sekitar. Namun, kisah popularitasnya baru dimulai setahun kemudian, pada 2016. Saat itu, putri Susana, Djian, yang merupakan mahasiswi di kampus tersebut, menjadi “agen rahasia” yang menyebarkan kabar tentang kelezatan masakan ibunya.
Kepada teman-teman kampusnya, dia mempromosikan masakan ibunya dengan penuh bangga dan sambutannya luar biasa. Sejak saat itu, warung ini (yang akrab dipanggil Warung Bude Djian atau Bude Tek-Tek) menjadi tempat favorit para mahasiswa.
Soto Ayam: Kekuatan Rasa dari Kaldu Daging Sapi
Meskipun Warung Djian terkenal dengan berbagai menunya, ada satu hidangan yang menjadi bintang utama: Soto Ayam. Menu ini menduduki peringkat kedua dalam daftar menu terlaris, tepat di bawah ayam geprek. Tapi jangan salah, popularitasnya tidak main-main.
Menurut Susana, resep sotonya tidak ada yang dirahasiakan. Dia mengatakan, bumbunya sama seperti soto pada umumnya.
“Kalau bumbunya sih kita sama, bumbu soto seperti biasa,” ujarnya saat wawancara pada Selasa (23/09/2025).

Namun, dia mengatakan, ada satu hal yang membuat sotonya berbeda dan bikin nagih. Rahasianya ada pada kaldunya!
“Kami kaldunya memang kaldu daging sapi,” ungkap Susana.
Dia menjelaskan, inilah yang membuat mengapa sotonya memiliki cita rasa yang dalam dan otentik. Susana pun menyajikan soto dengan kuah bening yang kaya akan kaldu daging sapi.
Komitmen ini membuat warungnya menghabiskan setidaknya 20-30 porsi soto setiap hari. Soto ini disajikan dengan irisan daging ayam empuk, tauge, seledri, dan bawang goreng, menciptakan kombinasi rasa dan tekstur yang sempurna.
Ayam Geprek Sang Juara dan Daftar Menu Lengkap
Walaupun soto memiliki tempat spesial di hati para mahasiswa, jangan lupakan menu andalan lainnya: Ayam Geprek. Hidangan ini menempati posisi teratas sebagai menu paling sering dipesan.
Selain soto dan ayam geprek, Warung Djian juga menawarkan beragam menu lainnya:
Makanan:
1. Nasi Ayam Geprek – 11k
2. Nasi Soto Ayam – 10k
3. Nasi Penyetan Telur – 9k
4. Nasi Penyetan Tahu Tempe – 6k
5. Nasi Penyetan Ayam – 12k
6. Nasi Pecel Telur – 10k
7. Nasi Pecel Geprek – 12k
8. Nasi Pecel Ayam – 12k
Tahu Tek:
1. Tahu-Tek Lontong – 7k
2. Tahu Tek Nasi – 8k
3. Tahu Tek – 8k
Mie & Bakso:
1. Mie Ayam – 7k
2. Mie Ayam Bakso – 10k
3. Bakso – 8k
Menu Tambahan:
1. Nasi Putih – 4k
2. Ayam Geprek – 8k
3. Soto Ayam – 5k
4. Sayap Goreng – 3k
5. Telur Goreng – 5k
6. Telur Rebus – 3k
7. Sayur Pecel – 5k
8. Tahu Tempe Krispi – 2k
9. Tahu Krispi – 5k
10. Sambel – 2k
11. Penyetan Telur – 5k
Suasana Sederhana yang Bikin Betah
Bersebelahan langsung dengan rumahnya, warung Susana menawarkan suasana yang sederhana namun nyaman. Nuansa ini jauh dari kata mewah, tetapi justru terasa seperti rumah sendiri.
Setiap hari, suara-suara akrab dari mahasiswa yang berbincang, dentingan sendok dan garpu, serta aroma masakan yang menggugah selera menciptakan atmosfer yang hidup.
Warung ini sudah ada di Google Maps dengan nama Warung Djian Tek tek dan memiliki rating 4.8, membuktikan kualitasnya di mata pelanggan. Warung Djian buka setiap hari dari pukul 08.00-16.00, jam yang ideal bagi mahasiswa untuk sarapan atau mencari makan siang.
Review Pelanggan Setia
Kisah di balik Warung Djian tidak hanya soal menu, tapi juga tentang jalinan hubungan yang erat dengan pelanggan. Testimoni pelanggan menjadi bukti nyata kelezatan masakan Susana.
Susana bercerita, kali pertama yang menjadi pelanggannya adalah orang Jogja. Sayangnya, dia mengatakan, lupa nama pelanggan pertamanya itu.
“Yang pertama kali datang itu ini, Mas. Orang Jogja, tapi lupa saya namanya,” ujarnya.
Pelanggan pertama yang merupakan seorang mahasiswa itu kini masih menjadi pelanggan setia hingga sekarang. Kesetiaan yang sudah terjalin bertahun-tahun ini membuktikan bahwa rasa soto Bude Djian tidak hanya memuaskan perut, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan.

Salah satu mahasiswi bernama Rinka yang sedang menjalani Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) di desa lain, mengaku sering merasa kangen dengan kuliner ini.
“Soto ayam di Warung Bude Djian selalu jadi menu favoritku. Kalau beberapa hari enggak makan soto Bude Djian, rasanya kangen banget!” ujar Rinka.
Ungkapan dari Rinka ini membuktikan bahwa rasa soto Bude Djian tidak hanya memuaskan perut, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan.
Di era digital seperti sekarang, Warung Djian juga beradaptasi. Untuk memudahkan pembayaran, warung ini sudah menyediakan layanan QRIS. Ini memungkinkan pelanggan untuk membayar dengan mudah menggunakan dompet digital, sebuah fitur modern yang sangat membantu, terutama bagi mahasiswa yang terbiasa bertransaksi secara non-tunai.
So, kamu makin penasaran dengan cita rasa kuliner soto ayam di Pacet Mojokerto yang terpopuler ini? Yuk, nikmati sedapnya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Safiruddin Jailani/Magang
Editor: Dwi Lindawati








