PASURUAN, Tugujatim.id – Sejumlah titik jalur mudik rawan banjir di Pasuruan terjadi selama libur Lebaran. Apalagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem akan masih melanda sejumlah wilayah selama periode arus mudik hingga balik Lebaran 2023.
Sebanyak empat titik jalur mudik rawan banjir luapan sungai di Pasuruan berada di ruas jalan nasional, terutama di sepanjang jalur Pantura Surabaya-Banyuwangi. Sementara satu titik jalur mudik arah Malang dan Pasuruan di perempatan Purwosari juga sering tergenang air saat hujan deras akibat drainase yang buruk.
Karena itu, para pemudik diimbau waspada terhadap risiko banjir karena jalur yang tergenang air berpotensi mengakibatkan kemacetan.
Kepala BPBD Kota Pasuruan Samsul Hadi menyatakan, pihaknya menyiagakan personel gabungan bersama TNI dan Polri untuk piket selama mudik Lebaran untuk penanganan apabila terjadi banjir.
“Ketika banjir sudah surut, kami upayakan langsung membersihkan lumpur endapan banjir yang dibawa ke jalan raya,” ujar Syamsul Hadi saat dikonfirmasi Rabu (19/04/2023).
Daftar 5 Titik Jalur Mudik Rawan Banjir di Wilayah Pasuruan:
1. Jembatan Buk Wedi, Jalan Ir H Juanda, Kota Pasuruan
Titik rawan banjir pertama berada di jalur Pantura pintu masuk Kota Pasuruan sisi timur, tepatnya di Jembatan Buk Wedi di Jalan Ir H Juanda. Banjir di Jembatan Buk Wedi diakibatkan luberan Sungai Petung tidak bisa menampung tingginya debit air hujan.
Bila Sungai Petung meluber, arus lalu lintas dari arah Surabaya-Banyuwangi maupun sebaliknya bisa lumpuh. Kendaraan dari arah Banyuwangi akan diarahkan melalui jalur alternatif di lingkar selatan atau melalui jalur Tol Pasuruan-Grati. Sementara dari arah Surabaya dialihkan masuk ke pintu Tol Sutojayan Kota Pasuruan.
2. Jalan Raya Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan
Titik rawan banjir kedua yang harus diwaspadai adalah jalan raya Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Jalur Pantura di sisi barat perbatasan antara Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan ini berada di dekat aliran Sungai Welang.
Apabila hujan deras dalam waktu yang lama, aliran Sungai Welang kerap meluap. Biasanya banjir di Jalan Raya Desa Tambakrejo ini bisa lumpuh dalam waktu lama karena kondisi jalan yang lebih rendah.
Kendaraan yang nekat melintas terancam mogok karena ketinggian banjir bisa mencapai 60 sentimeter. Ketika banjir, jalur Pantura Kraton ini terpaksa ditutup.
Arus kendaraan dari arah Banyuwangi dialihkan memutar melalui jalur selatan jalan raya Malang-Surabaya atau pintu masuk Tol Sutojayan Kota Pasuruan. Sementara dari arah Surabaya bisa lewat melewati pintu masuk Tol Gempol.
3. Bawah Jembatan Viaduk, Jalan Raya Gempol, Kabupaten Pasuruan
Titik rawan banjir juga berada di Jalan Raya Kecamatan Gempol, tepatnya di jalur bawah Jembatan Viaduk. Banjir di bawah Jembatan Viaduk ini terjadi karena terganggunya sistem drainase akibat tumpukan sampah.
Ketika hujan deras dengan intensitas tinggi, banjir bahkan bisa menggenang hingga 40 sentimeter. Para pemudik diimbau mencari jalur lain karena genangan yang banjir bisa mencapai sepanjang 200 meter. Untuk pemudik dari Banyuwangi bisa melewati Tol Gempol, sementara pemudik dari Surabaya bisa memutar lewat jalan raya Surabaya-Malang masuk ke Tol Kejapanan.
4. Simpang Tiga Purwosari, Jalur Surabaya-Malang
Selama musim hujan beberapa waktu lalu, Jalur Surabaya-Malang tepatnya di simpang tiga Purwosari sudah beberapa kali tergenang banjir. Banjir di persimpangan ini terjadi karena luapan Sungai Juri ditambah dengan sistem drainase yang terganggu.
Meski begitu, banjir di lokasi ini tidak menggenang terlalu lama. Pengendara yang ingin melintas bisa menunggu hujan reda karena banjir seketika akan surut.
5. Jalan Raya Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan
Beberapa kali Jalan Raya Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, tergenang banjir selama musim hujan. Meski tidak serawan empat lokasi di atas, tapi pemudik tetap diimbau waspada ketika akan melintasi jalur ini.
Banjir di Jalan Raya Arjosari ini terjadi akibat luapan Sungai Rejoso. Banjir di lokasi ini biasanya menggenang cukup lama, bahkan hingga lebih dari setengah hari karena buruknya drainase.
Meski tinggi banjir hanya sekitar 15-20 cm, namun kendaraan yang melintas harus melambatkan lajunya dan mengakibatkan kemacetan. Untuk Anda yang tidak ingin terjebak macet, disarankan agar melewati jalur Tol Pasuruan-Grati.








