Webinar Series Tugu Media Group X OJK Malang, Bagi Tips dan Strategi Merdeka Finansial sejak Usia Muda - Tugujatim.id

Webinar Series Tugu Media Group X OJK Malang, Bagi Tips dan Strategi Merdeka Finansial sejak Usia Muda

  • Bagikan
Financial planner sekaligus dosen Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang Dr Dwi Wulandari SE MM CFP dan Kepala OJK Kota Malang Sugiarto Kasmuri saat memaparkan materi webinar bekerja sama dengan Tugu Media Group, Selasa (27/07/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)
Financial planner sekaligus dosen Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang Dr Dwi Wulandari SE MM CFP dan Kepala OJK Kota Malang Sugiarto Kasmuri saat memaparkan materi webinar bekerja sama dengan Tugu Media Group, Selasa (27/07/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Tugu Media Group bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang sukses menggelar webinar series #1 bertajuk “Strategi Mengatur Keuangan di Masa Pandemi”. Webinar peningkatan literasi keuangan ini mengulas tentang strategi merdeka finansial untuk masa depan.

“Mulailah perencanaan keuangan dari usia muda supaya merdeka finansial bisa tercapai. Insyaa Allah bisa asalkan displin,” ujar Dr Dwi Wulandari SE MM CFP, Financial Planner sekaligus dosen Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang, Selasa (27/06/2021).

Dwi mengatakan, untuk mewujudkan keinginan di masa depan harus memiliki strategi atau perencanaan keuangan yang baik dan benar. Kemudian perencanaan keuangan ini juga harus dijadikan prioritas utama agar fokus pada tujuan utama.

“Sudah banyak yang membuktikan bahwa dengan perencanaan keuangan, meski punya gaji sedikit tapi ketika alokasinya benar ternyata hidup kita bisa jauh lebih sejahtera,” ucapnya.

Menurut dia, strategi keuangan yang baik yaitu dengan cerdas keuangan sejak muda. Strategi ini dilakukan demi bisa menciptakan sumber-sumber penghasilan, kemudian bisa mengembangkan penghasilan dengan optimal.

Financial planner sekaligus dosen Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang Dr Dwi Wulandari SE MM CFP saat berbagi tips perencanaan keuangan untuk masa depan, Selasa (27/07/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)
Financial planner sekaligus dosen Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang Dr Dwi Wulandari SE MM CFP saat berbagi tips perencanaan keuangan untuk masa depan, Selasa (27/07/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)

“Kita harus cerdas menghasilkan uang dengan fokus ke skill, bisanya apa. Kemudian fokus kebutuhan pasar, apa yang dibutuhkan pasar. Jadi, permintaan pasar yang lagi ramai, kemudian dicocokkan dengan skill kita, maka penghasilan akan datang,” paparnya.

Setelah bisa menghasilkan uang, maka cara selanjutnya adalah cerdas mengalokasikan uang. Misalnya dengan menginvestasikan uang kita agar bisa semakin berkembang dan memunculkan sumber pendapatan baru.

“Kita harus mengalokasikan uang dengan benar. Kalau alokasinya benar, maka kita bisa punya kesempatan mengembangkan uang. Kemudian uang dilindungi agar terhindar dari inflasi, salah satunya dengan berinvestasi,” imbuhnya.

Selain itu, para pemuda juga harus mulai membiasakan diri untuk bisa mengatur pengeluaran dengan sehat. Kemudian menyisihkan pendapatan untuk dana darurat, asuransi, investasi, merencanakan hari tua, dan merencanakan distribusi kekayaan.

Tips perencanaan keuangan pribadi untuk masa depan, Selasa (27/07/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)
Tips perencanaan keuangan pribadi untuk masa depan, Selasa (27/07/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)

Dia melanjutkan, pengeluaran juga harus dijaga dengan ketat agar tak mengalami kegagalan perencanaan keuangan. Salah satunya dengan menentukan pos-pos pengeluaran yang terencana.

“Jangan lupa pengeluaran sosial minimal 2,5 persen, menabung dan investasi minimal 10 persen kalau bisa lebih, cicilan maksimal 30 persen, kebutuhan rutin maksimal 60 persen, dan lifestyle maksimal 20 persen,” bebernya.

Keuangan juga perlu dievaluasi agar alokasinya bisa diidentifikasi apakah menumbuhkan atau justru menurunkan pendapatan maupun aset. Selain itu, juga untuk mengidentifikasi perbandingan utang dan aset.

“Kalau utang kita kurang dari 50 persen dari aset kita, maka bisa dibilang masih aman. Tapi, jika utang kita lebih dari jumlah aset, maka keuangan ini yang berbahaya. Untuk itu selesaikan dulu utangnya,” jelasnya.

Dwi mengatakan, agar terhindar dari utang, maka kita harus bisa membedakan keinginan dan kebutuhan. Dia melanjutkan, utang itu harus digunakan untuk keperluan produktif, jangan yang konsumtif.

Mindset apa kata besok deh, nah yang begini ini bahaya karena biasanya merepotkan orang lain. Maka kita harus memiliki perencanaan agar minimal tidak merepotkan orang lain,” katanya.

Tips perencanaan pos pengeluaran agar keuangan untuk masa depan lebih baik, Selasa (27/07/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)
Tips perencanaan pos pengeluaran agar keuangan untuk masa depan lebih baik, Selasa (27/07/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)

Sementara itu, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri dalam webinar ini menyampaikan, dalam situasi pandemi, semua elemen masyarakat harus optimistis dan saling bersinergi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sebentar lagi Indonesia akan memperingati HUT ke-76, diharapkan kita semakin kuat, tangguh, dan tentu literasi keuangan kita meningkat,” ucapnya.

Dia juga berharap, mahasiswa maupun peserta webinar ini bisa menjadi penyambung lidah untuk menyampaikan literasi keuangan kepada masyarakat luas. Dengan demikian, akan semakin banyak yang bisa mencapai merdeka finansial di masa mendatang.

“Kalau kita bisa merdeka finansial, maka kita bekerja, belajar menjadi fokus sehingga masa depan semakin cerah. Tentunya ini menjadi kebanggaan dan modal untuk Indonesia semakin maju,” paparnya.

Terpenting, menurut dia, seberapa penghasilan seseorang, maka sebaiknya juga melakukan perencanaan keuangan yang baik dan benar. Tak ada gunanya penghasilan besar, tapi masa depannya ternyata kesulitan keuangan.

“Biaya hidup seharusnya tidak terlalu mahal, tapi karena gaya hidup menjadikan pengeluaran lebih mahal,” ucapnya.

Dia mengatakan, tetap semangat berinvestasi di usia muda atau merencanakan keuangan supaya di hari tua kita bahagia dan merdeka secara finansial.

  • Bagikan