Tugujatim.id – Pecel menjadi salah satu kuliner khas Jawa Timur yang paling mudah ditemukan. Tapi tidak ada salahnya kamu menjajal tingkat kepedasan pecel Madiun vs Pecel Blitar yang paling enak!
Dua daerah yang kerap disebut sebagai pusat pecel adalah Madiun dan Blitar. Keduanya sama-sama punya penggemar setia, tetapi dari popularitas tersebut muncul pertanyaan pecel Madiun vs pecel Blitar, manakah yang lebih pedas?
Baca Juga: Pecel Punten Bojonegoro: Perpaduan Rasa Santan dan Sambal Kacang Bikin Ketagihan!
Meski sekilas terlihat sama, pecel Madiun dan pecel Blitar punya perbedaan cukup jelas, mulai dari karakter bumbu kacang, tingkat kepedasan, pilihan sayuran, hingga lauk pelengkap yang biasanya disajikan. Perbedaan-perbedaan ini yang akhirnya membuat sebagian orang merasa pecel dari satu daerah lebih lezat dibanding yang lain, terutama bagi pencinta rasa pedas.
Perbedaan Konsistensi Bumbu Kacang
Hal pertama yang paling mudah dikenali dari pecel Madiun adalah bumbu kacangnya yang cenderung lebih kental dan sedikit lebih manis. Bumbu pecel dari Madiun biasanya menggunakan kacang tanah sangrai yang dihaluskan dengan tambahan gula merah yang cukup dominan. Hasilnya, rasa manis terasa seimbang dengan gurih kacang dan sedikit sentuhan pedas dari cabai rawit.
Akun @gemparlindu di salah satu media sosial konten TikTok mengungkapkan kalau pecel Madiun itu lebih terasa gula merah dan daun jeruknya.
“Pecel Madiun lebih kerasa gula merah sama daun jeruknya. Ke timur agak lebih asin gurih, belok ke selatan dominan aroma kencur,” tulis komentar dengan akun @gemparlindu yang membahas tentang pecel Madiun yang dikutip pada Kamis (07/05/2026).
Sementara itu, pecel Blitar dikenal dengan bumbu kacang yang lebih encer dan terasa lebih tajam. Komposisi cabai dalam bumbu pecel Blitar umumnya lebih banyak, sehingga rasa pedasnya lebih terasa di lidah.
Tidak heran kalau banyak orang yang menganggap pecel Blitar lebih tajam rasanya dibandingkan pecel Madiun yang cenderung lebih ramah untuk semua kalangan.
Tingkat Kepedasan, Mana yang Lebih Berani?
Dengan pertanyaan pecel mana yang lebih pedas, pecel Blitar sering disebut sebagai pemenangnya. Hal ini karena penggunaan cabai dalam bumbu pecel Blitar biasanya lebih dominan, bahkan sejak awal proses pembuatan.
Masih dalam konteks pecel Madiun vs Pecel Blitar, pecel Madiun sebenarnya tetap bisa atau memiliki versi pedas, tetapi tingkat kepedasannya lebih fleksibel dan dapat disesuaikan. Banyak penjual pecel Madiun menyediakan pilihan tingkat pedas sesuai selera pembeli. Jadi, bagi yang tidak terlalu tahan pedas, pecel Madiun sering dianggap lebih aman.
Baca Juga: Kuliner Daun Pisang: Rekomendasi Warung Pecel Pincuk Terlezat di Tuban yang Bikin Nagih!
Sebaliknya, kepedasan pecel Blitar muncul lebih cepat dan terasa lebih kuat, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa makan makanan bercita rasa tajam.
Akun TikTok @winarsih.sri1 mengungkapkan, pecel Madiun gurihnya tidak terlalu pedas, kalau Blitar pedas, gurih, dan kecut.
“Madiun pecelnya gurih nggak terlalu pedas. Blitar pedes, gurih, kecut ngeblend…dan di luar negeri yang paling populer sambel pecel Blitar,” ujar @winarsih.sri1.
Selain bumbu, sayuran juga ikut memengaruhi karakter rasa pecel. Pecel Madiun biasanya menggunakan sayuran yang cukup beragam, seperti daun pepaya muda, kenikir, bayam, kacang panjang, tauge, dan kadang ditambah dengan daun turi. Komposisi sayuran ini membuat pecel Madiun terasa lebih segar dan kaya tekstur. Rasa pahit ringan dari daun pepaya atau kenikir justru membantu menyeimbangkan manisnya bumbu kacang.
Di sisi lain, pecel Blitar cenderung menggunakan sayuran yang lebih sederhana, seperti bayam, kacang panjang, dan tauge. Fokusnya tetap pada bumbu pecel yang kuat, sehingga rasa pedas dan gurih menjadi highlight dari pecel Blitar.
Pertanyaan antara pecel Madiun vs pecel Blitar sebenarnya bukan soal siapa yang paling benar, melainkan soal selera. Pecel Blitar sering dianggap lebih pedas dan tajam, cocok untuk pencinta rasa kuat yang ingin sensasi cabe yang lebih terasa. Sementara itu, pecel Madiun lebih seimbang, dengan perpaduan yang lebih manis, gurih, dan pedas yang relatif ramah dan bisa disesuaikan bagi berbagai kalangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Haykal Kamel/Magang
Editor: Dwi Lindawati








