BOJONEGORO, Tugujatim.id – Kabupaten Bojonegoro, Jatim, tidak hanya terkenal dengan api abadi dan negeri di atas angin saja. Di balik perbukitan kapur, tersimpan sebuah surga tersembunyi Air Terjun Kedung Maor yang sangat menawan. Yuk, simak ulasan wisata murah low budget bikin healing maksimal ini biar nggak penasaran!
Lokasinya terletak di Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kedung Maor adalah destinasi yang sempurna bagi para pencinta alam yang mencari ketenangan dan kejernihan air. Air terjun ini memiliki daya tarik utama pada formasi tebing batuan kapur unik yang mengapit aliran air.
Baca Juga: 10 Destinasi Wisata di Bojonegoro, Ada Api Abadi hingga Negeri di Atas Angin yang Indah!
Air terjun ini memang tidak terlalu tinggi, namun memiliki kolam alami (kedung) yang sangat jernih dan luas di bawahnya, cocok untuk berenang atau sekadar merendam kaki. Konon, nama “Maor” diambil dari suara gemuruh air yang saat musim hujan yang terdengar sangat keras (maor dalam bahasa Jawa).
Salah satu keunggulan utama Kedung Maor adalah aksesnya yang ramah di kantong. Destinasi ini sangat ideal untuk wisata low budget namun bisa mendapatkan kualitas pemandangan yang tidak ternilai.
Harga Tiket Masuk yang Sangat Terjangkau
Harga (Estimasi Terbaru 2025):
- Tiket Masuk Rp: 5.000,- per orang. Harga bisa berubah sewaktu-waktu (sangat terjangkau)
- Parkir Motor Rp: 3.000
- Parkir Mobil Rp: 5.000
Fasilitas di Dalam Kawasan Kedung Maor
Meskipun menyajikan alam yang masih sangat alami, fasilitas di sekitar area parkir dan pintu masuk Air Terjun Kedung Maor terus ditingkatkan untuk mendukung kenyamanan wisatawan yang datang setelah melakukan trekking ringan:
1. Area Parkir Aman
Di pintu masuk desa, tersedia lahan parkir yang cukup luas dan aman untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.
2. Warung Makan dan Minuman
Banyak warung sederhana yang dikelola oleh warga lokal di dekat area parkir. Warung-warung ini menjual makanan ringan, seperti mi instan, serta minuman dingin dan hangat, sangat membantu untuk mengisi energi sebelum atau setelah perjalanan.
3. Toilet Sederhana
Untuk fasilitas toilet umum telah disediakan di area parkir. Dan untuk kebersihannya sudah dijaga oleh pengelola setempat.
4. Jalur Trekking yang Terawat
Untuk mencapai air terjun, pengunjung harus melakukan trekking sekitar 15-30 menit dari area parkir, melewati jalan setapak dan sedikit bebatuan. Jalur ini sudah diperjelas dan relatif aman.
5. Gazebo dan Tempat Bersantai
Beberapa gazebo dan tempat duduk permanen tersedia di sekitar area air terjun dan kolam, ideal untuk bersantai sambil menikmati gemericik air.
6. Pos Informasi
Terdapat pos kecil di pintu masuk yang melayani penjualan tiket dan memberikan informasi serta arahan mengenai jalur dan keamanan di sekitar air terjun.
Pengalaman Healing dan Tracking di Alam Liar
Perjalanan menuju Air Terjun Kedung Maor sendiri merupakan bagian dari petualangan. Pengunjung akan disuguhi pemandangan hutan jati dan perbukitan yang asri. Saat tiba di lokasi, rasa lelah akan terbayar lunas dengan kejernihan air yang berasal dari pegunungan. Ketika berada di bawah air terjun, rasanya sangat mengundang untuk berendam dan berenang, memberikan sensasi healing yang sejuk dan menenangkan.
Dengan harga tiket yang sangat terjangkau, Air Terjun Kedung Maor membuktikan bahwa keindahan alam Bojonegoro dapat dinikmati oleh semua kalangan, menjadikan pengalaman refreshing di alam liar yang tersembunyi sebagai bucket list wajib.
Itu dia wisata Air Terjun Kedung Maor di Desa Clebung, Bojonegoro, Jatim, yang terkenal dengan kolam alami yang jernih dan tebing kapur unik. Air terjun ini adalah destinasi ideal untuk healing dan tracking ringan. Dan harga tiket masuknya yang sangat terjangkau.
Meskipun alami, fasilitas pendukungnya cukup memadai: area parkir aman, warung makan lokal, toilet sederhana, dan jalur trekking yang terawat. Lokasinya yang tersembunyi menuntut sedikit usaha trekking, namun pengunjung akan dihadiahi kejernihan air dan suasana sejuk pegunungan yang sempurna untuk refreshing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fikri Azmy Fahrillah/Magang
Editor: Dwi Lindawati








