Tugujatim.id – Sebagai salah satu wilayah yang pernah menjadi pusat kejayaan Nusantara, Mojokerto menyimpan jejak peradaban agung yang tak lekang oleh waktu, Kerajaan Majapahit. Kejayaan kerajaan ini pada abad ke-13 hingga 15 menjadi fondasi penting sejarah Indonesia. Kini, berbagai peninggalan sejarah yang tersebar di Mojokerto menjadi destinasi wisata edukatif, spiritual, dan budaya. Dalam artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam 5 wisata sejarah Mojokerto yang layak menjadi bagian dari perjalanan Anda menyusuri akar peradaban bangsa.
1. Candi Tikus
Alamat: Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
Candi Tikus adalah salah satu situs bersejarah yang menunjukkan kemajuan sistem tata air Kerajaan Majapahit. Candi ini berbentuk kolam pemandian upacara (petirtaan) dengan struktur utama di tengah yang menyerupai menara bertingkat, serta saluran air yang dirancang cermat.
Dinamakan “Tikus” karena pertama kali ditemukan pada 1914 dalam kondisi tertimbun tanah dan ditinggali oleh tikus. Dalam konteks arsitektur, bangunan ini menunjukkan pemahaman mendalam bangsa Majapahit terhadap teknik hidrolik. Dinding bata merah yang tersusun presisi serta saluran drainase menunjukkan bahwa peradaban mereka sangat memperhatikan sanitasi dan estetika.
Candi ini diyakini digunakan oleh kalangan bangsawan atau keluarga raja untuk keperluan upacara keagamaan dan penyucian diri, mencerminkan perpaduan budaya Hindu-Buddha yang kuat.
2. Situs Trowulan
Alamat : Jalan Pendopo Agung, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto
Situs Trowulan adalah kompleks arkeologi terbesar di Indonesia yang mencakup lebih dari 90 km² dan diyakini merupakan ibu kota Kerajaan Majapahit. Di kawasan ini ditemukan berbagai peninggalan seperti reruntuhan istana, permukiman kuno, jalan batu kuno, kanal, gerabah, dan artefak lainnya.
Pusat dokumentasi dari situs ini adalah Museum Majapahit, tempat berbagai benda bersejarah seperti keramik Dinasti Yuan, prasasti, hingga alat-alat rumah tangga kuno dikoleksi. Di sini pula pengunjung bisa melihat maket rekonstruksi kota kuno Trowulan yang menggambarkan tatanan kota Majapahit zaman dahulu.
Tak hanya itu, di berbagai titik sekitar situs, pengunjung dapat melihat candi-candi kecil, sumur kuno, dan batu-batu fondasi bangunan. Penemuan terus berlanjut hingga kini, dan menjadikan situs ini sebagai ladang penelitian sejarah dan arkeologi terbesar di Jawa.
Baca Juga : 5 Museum Mojokerto yang Menyimpan Jejak Peradaban Majapahit
3. Candi Bajang Ratu
Alamat: Dusun Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
Candi Bajang Ratu merupakan gapura paduraksa setinggi 16,5 meter yang diyakini sebagai pintu masuk kompleks keraton atau tempat suci. Dibangun dari bata merah dengan struktur yang tinggi dan ramping, candi ini merupakan salah satu peninggalan arsitektur Hindu-Majapahit yang elegan.
Relief di tubuh candi menggambarkan kisah Ramayana dan adegan mitologi Hindu lainnya, menunjukkan bahwa Majapahit memiliki kehidupan spiritual yang kaya. Beberapa sejarawan meyakini candi ini dibangun sebagai penghormatan kepada Raja Jayanegara, putra Raden Wijaya.
Di sekitarnya telah ditata taman sejarah dengan jalur jalan kaki, menjadikannya destinasi edukasi sejarah yang sekaligus nyaman untuk wisata keluarga.
4. Kolam Segaran
Alamat: Jalan Raya Segaran, Desa Segaran, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
Kolam Segaran merupakan kolam kuno berukuran raksasa, mencapai 375 x 175 meter dengan kedalaman 2,88 meter. Kolam ini adalah bukti kecanggihan teknik pengelolaan air Majapahit. Namanya berasal dari kata “segar” yang berarti air tawar, dan dipercaya sebagai kolam terbesar di masa klasik Indonesia.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa Kolam Segaran digunakan untuk menjamu tamu negara. Menariknya, setelah perjamuan selesai, peralatan makan dari emas dan perak dibuang ke dasar kolam sebagai simbol kemakmuran dan kekuasaan kerajaan. Kini, kolam ini menjadi tempat bersantai favorit warga, sekaligus lokasi reflektif untuk mengenang kejayaan masa lampau.
Di sekeliling kolam, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan indah dengan pepohonan rindang dan jalan setapak yang cocok untuk berjalan kaki sambil menikmati suasana sejarah.
Baca Juga : 5 Pilihan Outbound Mojokerto yang Seru dan Cocok untuk Liburan Team
5. Makam Troloyo
Alamat: Dusun Troloyo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
Berbeda dengan situs lainnya yang bercorak Hindu-Buddha, Makam Troloyo menyimpan jejak penyebaran Islam pada masa akhir Majapahit. Kompleks makam ini terdiri dari batu-batu nisan bergaya Asia Barat yang menunjukkan kedatangan pengaruh Islam pada abad ke-14.
Penemuan makam ini menjadi bukti bahwa Islam mulai diterima oleh kalangan istana maupun bangsawan pada masa transisi antara Majapahit dan kerajaan Islam berikutnya seperti Demak. Akulturasi budaya tercermin dalam ornamen nisan yang menggabungkan simbol Hindu-Buddha dengan kaligrafi Arab.
Makam ini bukan hanya tempat ziarah, tetapi juga menyampaikan pesan toleransi dan keterbukaan budaya yang dimiliki masyarakat Majapahit.
Menghidupkan Kembali Sejarah melalui Wisata
Wisata sejarah Mojokerto bukan hanya tentang melihat candi dan batu tua. Setiap sudut situs menyimpan cerita besar tentang toleransi, kejayaan budaya, dan kecanggihan teknologi nenek moyang kita. Pemerintah setempat melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya juga terus berupaya melestarikan situs-situs ini agar bisa dinikmati generasi mendatang.
Dengan infrastruktur yang semakin baik, akses ke situs-situs sejarah di Mojokerto semakin mudah dijangkau, baik dari arah Surabaya maupun Jombang. Perjalanan ke Mojokerto kini bisa menjadi wisata edukatif yang tak terlupakan bagi keluarga, pelajar, maupun peneliti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Ilmi Habibi Rahmatullah








