JOMBANG, Tugujatim.id – Pegadaian Jombang menghadirkan program pembiayaan umrah yang memungkinkan masyarakat berangkat ke Tanah Suci terlebih dahulu, lalu melunasi cicilan setelahnya. Program umrah Pegadaian Jombang ini menjadi solusi bagi warga yang ingin segera beribadah tanpa harus menunggu dana terkumpul sepenuhnya.
Program tersebut dirancang untuk mempermudah umat Muslim mewujudkan impian beribadah di Tanah Suci. Melalui layanan pembiayaan ini, nasabah dapat berangkat umrah terlebih dahulu sebelum menyelesaikan seluruh pembayaran.
Berbeda dengan konsep menabung konvensional yang mengharuskan calon jemaah mengumpulkan dana penuh sebelum berangkat, skema Pegadaian justru memungkinkan nasabah berangkat lebih awal dan membayar secara bertahap.
“Umrah dulu, baru bayarnya belakangan. Jadi misalnya kita daftar umrah, terus bayar angsurannya dua tahun, lebih fleksibel,” kata Pimpinan Cabang Pegadaian Jombang, Alfin Hasibuan, Senin (18/05/2026).
Bagaimana Mekanisme Cicilan Umroh Pegadaian?
Alfin sapaan akrabnya menjelaskan, mekanisme program ini cukup sederhana. Namun, tetap memperhatikan kelayakan finansial calon jemaah.
Calon jemaah dapat mendaftar melalui kantor cabang Pegadaian terdekat maupun Agen Pegadaian. Selanjutnya, pihak Pegadaian akan melakukan penilaian terhadap profil nasabah, mulai dari karakter dan rekam jejak keuangan, kemampuan bayar, hingga riwayat usaha atau pekerjaan.
Tidak semua pelanggan bisa langsung berangkat tanpa pembayaran awal. Ada ketentuan minimal angsuran yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
Pegadaian menetapkan tarif mu’nah pemeliharaan sebesar 1 persen dikalikan nilai taksiran, lalu dikalikan jangka waktu, dengan nilai jaminan sebesar 25 persen dari uang pinjaman.
Dalam beberapa kasus, nasabah cukup membayar tiga kali angsuran sebelum diberangkatkan. Setelah pulang dari Tanah Suci, cicilan dapat dilanjutkan hingga lunas.
“Bisa berangkat sekarang, nanti angsuran tiga kali. Jadi, nasabah berangkat umrah dulu, setelah itu dilanjut lagi angsurannya,” sambung Alfin.
Untuk tenor atau jangka waktu cicilan, kata dia, dapat disesuaikan dengan kemampuan nasabah, bahkan hingga tiga tahun. Namun, nasabah tetap harus berkomitmen agar tidak menunggak pembayaran selama masa angsuran berlangsung.
Kapan Jadwal Keberangkatan Umroh Pegadaian?
Keunikan program umrah Pegadaian terletak pada adanya program umrah bersama tahunan yang diselenggarakan secara nasional. Keberangkatan rutin ini diadakan setiap tahun, biasanya pada akhir Agustus, bertepatan dengan peringatan HUT Pegadaian.
Program tersebut terbuka bagi karyawan maupun nasabah Pegadaian. Jika mendaftar pada Mei dan memilih paket dengan tiga kali angsuran sebelum keberangkatan, nasabah berpotensi berangkat pada akhir Agustus.
“Selain jadwal bersama nasional ini, keberangkatan umroh juga bisa disesuaikan dengan program perjalanan yang dipilih nasabah,” tambah Alfin.
Kabar baiknya, program umroh Pegadaian tidak diberlakukan kuota seperti haji reguler. Artinya, nasabah yang memenuhi persyaratan dapat langsung mendaftar dan menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan program yang tersedia.
“Kalau jumlah jemaah umrah, bebas, karena travel-nya juga sudah banyak,” tutupnya.
Perlu diketahui, Pegadaian Jawa Timur berada di bawah koordinasi PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya yang mengusung tujuh deputi, yakni Deputi Bisnis Area Surabaya 1, Deputi Bisnis Area Surabaya 2, Deputi Bisnis Area Pamekasan, Deputi Bisnis Area Madiun, Deputi Bisnis Area Malang, Deputi Bisnis Area Probolinggo, dan Deputi Bisnis Area Jember. Selain itu, terdapat 70 kantor cabang dan ribuan Unit Pembantu Cabang (UPC) di Jawa Timur. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis : Anang Panca Kurniawan
Editor: Mochamad Abdurrochim








