• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ziyyaana Waalidatuz Zaidah

Ziyyaana Waalidatuz Zaidah, pelajar kelas 9 MTs Untung Suropati, Tulungagung. Foto / dok

Pernah Minder, Ziyyaana Santri Ponpes Al Istighotsah Tulungagung Raih Juara Musabaqah Hifdzil Qur’an di Porseni Jatim

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

TULUNGAGUNG, Tugujatim.id –  Di balik setiap prestasi luar biasa terdapat cerita perjuangan yang menginspirasi. Ziyyaana Waalidatuz Zaidah Santri Ponpes Al Istighotsah Tulungagung meraih Juara Musabaqah Hifdzil Qur’an di Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Provinsi Jawa Timur.

Ziyyana yang juga pelajar Kelas 9 MTs Untung Suropati Tulungagung baru saja meraih juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 5 Juz pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Provinsi Jawa Timur.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Meski baru kelas 9, Ziyyaana membuktikan bahwa tekad dan kerja keras adalah kunci untuk meraih prestasi. Pencapaiannya ini juga menjadi manifestasi dari kedua orang tuanya, yang selalu mengingatkan untuksenantiasa menjaga dan menghafal Al-Qur’an, tidak hanya sebagaikewajiban, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Awalnya, saya tidak memiliki ketertarikan untuk mengikutikompetisi semacam ini. Namun, saya mendapatkan keyakinan dari guru dan kedua orang tua bahwa saya memiliki kemampuan untuk meraihnya. Dukungan dan motivasi juga saya peroleh dari teman-teman. Sebelumnya, saya merasa kurang percaya diri karena kemampuan bacaan saya masihperlu ditingkatkan,” ungkap Ziyyaana.

Pengalaman pertama Ziyyaana dalam mengikuti lomba MHQ adalah ketika kelas 7, ia memberanikan di ikut lomba di Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Tawangsari Tulungagung. Meski persiapannya matang, namun sayangnya, saat itu ia belum mendapat kesempatan untuk menang.

“Saya mendapat tiga soal dari dewan juri. Namun, pikirannya tiba-tiba menjadi kosong. Hal ini mungkindisebabkan oleh mental saya yang belum terbiasa tampil di hadapanbanyak orang. Pada tahun tersebut, saya belum mendapatkan kesempatan untuk meraih kemenangan,” kata dia.

Tak ingin menyerah, iapun mendapat motivasi dan dorongan untuk terus berusaha serta tidak pantang menyerah. Sampai Ziyyaana duduk di kelas 8, ia kembali mengikuti lomba MHQ di tempat yang berbeda, yaitu di PondokPesantren Darul Falah Bendil Jati Kulon, Tulungagung.

“Saya berharap dapat meraih keberuntungan pada tahun ini, namun takdir berkata lain. Saya belum diberikan kesempatan untuk menang. Saya merasa putus asadan kehilangan keinginan untuk mengikuti lomba ini lagi,” imbuhnya.

Ketika duduk di kelas 9, harapan dan keinginan Ziyyaana untuk mengikuti lomba ini telah hilang, karena ia lebih berkeinginan untuk mengikuti lomba di bidang olahraga, seperti tolak peluru.

Namun, orang tua saya kurang sependapat. Ziyyaana dibimbing dan dibantu untuk belajar dan tetap konsisten mengasah potensinya di bidang MHQ.

“Saya tidak menolak, karena permintaan orang tua harus selalu diutamakandalam hidup kita. Bapak kepala sekolah juga meminta saya untuk mengikuti lomba tersebut. Oleh karena itu, saya kembali mengikuti lomba tersebut, karena ridho mereka juga merupakanridho Allah SWT. Jika mereka tidak meridhoi, Allah pun demikian,” tuturnya penuh keyakinan

Denvan keyakinan yang besar, semangat yang tinggi, dan berdoa. Ia berhasil meraih juara di tingkat provinsi, bahkan menjadi yang terbaik.

“Alhamdulillahhirabbil ‘alamin, saya berhasil meraih juara dengan nilai A dan menjadi yang terbaik se-Cabang Porseni tahun 2025,” ucoa Ziyyaana

Menurutnya, dari pengalaman itu, ia belajar bahwa kepercayaan diri dan usaha adalah hal yang sangat penting.

“Biarkan jatuh, bangkit, jatuh lagi, bangkit lagi. Namun, kita harus tetap yakin bahwa kitadapat memperoleh hasil terbaik yang membahagiakan guru dan orang tua. Kepercayaan diri dan keyakinan dapat membantu kita meraih apa yang kita inginkan,” lanjutnya.

Ziyyaana, yang akrab disapa Ziyyaa, memiliki cita-cita untuk menjadi seorang hafidzah Qur’an yang sukses. Ia mengaku mendapatkan dorongan, bimbingan dan arahan dari teman-temannya, pengajar serta orang tuanya.

BACA JUGA: Jejak Karier dan Profil Arifah Choiri Fauzi Ketua Umum PP Muslimat NU 2025-2030

“Saya merupakan orang pertama dalam keluarga yang berhasil menghafal Al-Qur’an. Dukungan orang tua yang selalu mengingatkan saya untuk membaca, menghafal dan menjaga Al-Qur’an telah menjadikan saya seperti sekarang. Oleh karena itu, setiap kali saya akan mengikuti lomba MHQ, saya tidak menganggapnya sebagai sebuah kompetisi. Para kompetitor saya adalah guru-guru, yang saya anggap sebagai ahli Qur’an yang dapat menjadi tempat belajar!” ungkap Ziyyaana.

Lebih lanjut, Ziyyaana membagikan beberapa tips persiapan mengikutiperlombaan MHQ, di antaranya adalah berlatih mandiri selainmendapatkan pembinaan dari pondok, berlatih bersama di bawahpembinaan dan arahan masing-masing guru, teliti terhadap ayat-ayat yang mirip di dalam Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, sowan ke guru-guru, dan memohon doa restu orang tua.

“Dalam MHQ tingkat Cabang Porseni yang saya ikuti di Ponpes Darul Falah Bendil Jati Kulon, Tulungagung, setiap peserta mendapatkan alokasi waktu 3-7 menit. Teknisnya adalah setiap peserta diharuskanuntuk melanjutkan ayat-ayat yang dibacakan oleh dewan juri. Dewan jurimelakukan penilaian dengan standar asesmen MHQ yang memiliki beberapa komponen di dalamnya,” pungkas Ziyyaana, seraya menyebutkan juara 1 MHQ yang diraih oleh peserta perwakilan MTS Untung Suropati.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Nida / Feni Yusnia

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: Pelajar BerprestasiPelajar InspiratifPorseni Jawa TimurTulungagung
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
Khofifah Indar Parawansa

Kenang Titiek Puspa, Khofifah: Bintang Terang Tak Pernah Padam

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID