• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Nakes Jember.

1.200 nakes Jember kumpul di GOR PKPSO yang diterjunkan di Program Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak untuk menekan stunting AKI dan AKB, Senin (26/01/2026). (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Gus Fawait Terjunkan 1.200 Nakes Jember hingga Aparat Tangani Stunting AKI dan AKB

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait mendeklarasikan upaya penanganan darurat stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang dalam 10 tahun terakhir menempatkan Jember sebagai daerah dengan angka tertinggi di Jawa Timur. Karena itu, Gus Fawait, sapaan akrabnya, menerjunkan nakes Jember dan aparat untuk menanganinya.

Gus Fawait menyebut kondisi stunting, AKI, dan AKB di Jember sebagai krisis yang mengancam generasi penerus bangsa.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

“Dari tahun ke tahun angka stunting tidak pernah bergerak, kalau tidak nomor satu ya nomor dua. Saya anggap ini semacam bencana,” tegas Fawait usai launching Gerakan 1.200 Tenaga Kesehatan dalam rangka Program Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak di Gor PKPSO Kaliwates, Senin (26/01/2026).

Baca Juga: Nakes RSUD dr Koesma Tuban Dimutasi ke Puskesmas, Dinkes Tuban:  Layanan Tetap Optimal

Untuk kali pertama dalam sejarah Kabupaten Jember, penanganan stunting akan dilakukan secara terintegrasi di bawah satu komando satgas. Gus Fawait mengkritik pola penanganan selama ini yang berjalan sendiri-sendiri antara puskesmas, camat, rumah sakit, dan dinas kesehatan.

“Hari ini kita jadikan satu. Para nakes, penyuluh KB, kepala puskesmas, camat, bahkan pengawas sekolah dan kepala sekolah akan terlibat bahu-membahu dalam satgas pencegahan stunting, AKI, dan AKB ini,” ujarnya.

Satgas ini nantinya juga akan melibatkan TNI dan Polri untuk memastikan gerakan berjalan efektif di seluruh elemen masyarakat.

Dengan penanganan terintegrasi, anggaran utuh, dan pelibatan semua pihak, Gus Fawait menargetkan penurunan drastis angka stunting, AKI, dan AKB pada 2026. Target jangka panjang yang lebih ambisius ditetapkan pada 2029-2030, di mana Jember harus menjadi salah satu kabupaten dengan angka stunting terendah di Jawa Timur.

Nakes di Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait melibatkan 1.200 nakes hingga aparat dalam satgas terpadu penanganan AKI dan AKB. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

“Saya yakin kalau dikerjakan bersama-sama, target kami stunting, AKI, AKB harus turun drastis di tahun 2026,” kata Gus Fawait penuh optimisme.

Kinerja satgas akan dievaluasi setiap tiga bulan. Penurunan angka stunting, AKI, dan AKB bahkan akan menjadi salah satu indikator keberhasilan kinerja nakes Jember, organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan kepala puskesmas.

Evaluasi akan mengukur apakah kebijakan yang ditetapkan di level kabupaten sudah dijalankan hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

“Nanti kita akan lihat kriteria-kriteria atau kebijakan yang sudah ditetapkan, apakah sudah dikerjakan di level kecamatan sampai ke desa,” jelasnya.

Integrasi dengan Program Home Care

Gus Fawait juga mengisyaratkan bahwa program penanganan stunting ini akan terintegrasi dengan layanan home care yang akan segera diluncurkan. Meski enggan memberikan detail lebih lanjut, dia menjanjikan akan ada kejutan dalam program pelayanan home care tersebut.

Berbeda dengan kabupaten lain yang mengurangi tambahan penghasilan pegawai (TPP), Jember mempertahankan TPP penuh. Bupati berharap hal ini akan mendorong pelaporan publik yang lebih baik, termasuk transparansi pengelolaan anggaran pencegahan stunting yang selama ini terpecah-pecah di berbagai instansi.

Baca Juga: Dari Rumah ke Rumah, Nakes Jember Dampingi Ibu Hamil Tekan AKI dan AKB

“Tidak boleh lagi terpecah-pecah seperti tahun-tahun dahulu. Akibatnya apa? Tidak bisa menurunkan stunting, seminar terus, pelatihan terus,” tandasnya.

Dengan strategi baru ini, Kabupaten Jember berharap dapat keluar dari stigma daerah dengan angka stunting tertinggi di Jawa Timur dan memberikan masa depan yang lebih sehat bagi generasi penerusnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Angka Stunting di JemberBerita Kabupaten Jember hari iniBupati Jember Muhammad FawaitJemberKabupaten Jember hari iniNakes di JemberPenanganan kasus stunting di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
PPPK paruh waktu.

Pemkab Tuban Tegaskan Gaji PPPK Paruh Waktu Dibayar Februari, Ini Penjelasannya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID