10.000 Buruh Warnai Aksi Mayday di Surabaya, Bawa Sembilan Tuntutan pada Pemprov Jatim - Tugujatim.id

10.000 Buruh Warnai Aksi Mayday di Surabaya, Bawa Sembilan Tuntutan pada Pemprov Jatim

  • Bagikan
Aksi Mayday. (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)
Massa aksi memadati Jalan Indrapura, Kota Surabaya, tepatnya di depan Gedung DPRD Jatim guna memeriahkan Hari Buruh Internasional, Sabtu (14/05/2022). (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Peringatan aksi Mayday atau Hari Buruh Internasional yang diselenggarakan setiap tahun di bulan Mei, digelar pada Sabtu (14/05/2022). Sebanyak 10.000 buruh dari beberapa wilayah di Jawa Timur mewarnai dan memadati Kota Surabaya.

Pada peringatan Mayday tahun ini, para buruh mengemasnya dengan cara yang berbeda. Mereka tampak mendeklarasikan Partai Buruh sebagai respons kekecewaannya terhadap pemerintah. Mereka  juga membawa beragam tuntutan dalam aksi Mayday yang digelar di depan Kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura Surabaya.

Aksi Mayday. (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)
Sejumlah buruh yang membawa poster tuntutan kepada pemerintah di Jalan Indrapura, Kota Surabaya, Sabtu (14/05/2022). (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)

Koordinator Aksi Mayday Jawa Timur Nurudin Hidayat mengatakan, dia bersama kawan-kawan buruh lain memperingati Mayday dengan terlambat.

“Mayday pada tahun ini bertepatan pada Hari Raya Idul Fitri, kawan-kawan jadi banyak yang mudik. Karena itu, kami adakan pada 14 Mei ini,” ungkapnya.

Aksi Mayday. (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)
Koordinator Aksi Mayday Jawa Timur Nurudin Hidayat (berkacamata) saat menggelar peringatan Mayday di Kota Surabaya.(Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, ada sekitar 9 tuntutan yang dibawa massa aksi dari beberapa wilayah di Jawa Timur, salah satunya meminta kepada pemerintah untuk mengubah Undang-Undang tentang UMK karena nyatanya yang dijanjikan tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan.

“Kami membawa 9 tuntutan untuk kami sampaikan kepada DPRD Jatim. Salah satunya meminta kepada gubernur Jatim untuk mengubah Undang-Undang tentang UMK yang nyatanya tidak sesuai dengan apa yang disampaikan,” katanya.

Selain itu, Nurudin juga menyebutkan ada beberapa kawan-kawannya yang BPJS kesehatannya dinonaktifkan oleh pihak perusahaan.

Aksi Mayday. (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)
Suasana massa aksi saat memperingati Mayday di Jalan Indrapura, Kota Surabaya, Sabtu (14/05/2022). (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)

“Ada juga kawan-kawan kami yang BPJS kesehatannya dinonaktifkan oleh perusahaan tanpa sebab. Kami meminta respons dari DPRD Jatim dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk melihat ke lapangan bagaimana nasib kami ini,” tambahnya.

Setelah semua aspirasinya disampaikan dan beberapa perwakilan sudah melakukan orasi, sekitar pukul 16.30 massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

Hari Buruh di Surabaya, 3.890 Aparat Gabungan Siaga Pengamanan

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan