10 Hal tentang Gus Dur yang Jarang Diketahui Orang

  • Bagikan
Gus Dur. (Foto: Dokumen/PWNU Jatim)
Gus Dur. (Foto: Dokumen/PWNU Jatim)

Tugujatim.id – KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa ‘Gus Dur’ merupakan sosok yang menarik untuk dipelajari dan diteladani lebih jauh. Selain karena Presiden Ke-4 Republik Indonesia, Gus Dur juga mempunyai hal-hal yang jarang diketahui, dilakukan dan dipahami oleh sebagian besar orang.

Tempo waktu, Haul Virtual Gus Dur Ke-11 sudah berhasil diselenggarakan. Melalui berbagai humor yang sering dilayangkan Gus Dur, ada sekian juta pesan yang dapat dipetik dan dimaknai. Terlebih dari perilaku keseharian, keputusan, kebijakan, serta identitas yang dimilikinya sendiri namun tidak banyak diketahui orang. Tugu Jatim berhasil merangkum 10 hal mengenai Gus Dur yang perlu kita ketahui, sebagai berikut:

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

1. Penyebab Gus Dur Lengser dari Presiden RI

KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: nu.or.id)
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: nu.or.id)

Dalam momen pelengseran Gus Dur, ada dua tokoh yang paling terlibat dan menjadi dalang. Dua tokoh itu bernama Amien Rais dan Akbar Tanjung. Sehingga, saat terjadi silang-sengkarut di Jawa Timur, Kantor DPC Golkar, HMI dan aset milik Muhammadiyah sempat jadi sasaran amuk massa.

Yang menyebabkan Gus Dur dilengserkan dari kursi Presiden RI Ke-4 ada empat faktor utama: Pertama, ketidakhadiran dan penolakan memberi tanggungjawab dalam Sidang Istimewa MPR; kedua, mengeluarkan dekrit; ketiga, memecat dua menteri dari partai besar; keempat, menunda perpanjangan kontrak PT. Freeport.

Sedangkan, Amerika Serikat tidak suka bila Gus Dur menunda perpanjangan kontrak dari PT. Freeport. Pada tahun 2000, perwakilan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat, Henry Kissinger, datang menemui Gus Dur untuk meminta memuluskan kontrak PT. Freeport.

Tak disangka, Gus Dur justru menolak permintaan Henry dan menegaskan tidak ingin menggadaikan masa depan Papua. Lantaran Gus Dur pada momen itu memiliki kebijakan untuk melakukan moratorium terhadap kontrak karya baru yang berkaitan dengan Sumber Daya Alam (SDA).

2. Kelompok Minoritas yang Tidak Dibela Gus Dur

Menurut Emha Ainun Nadjib, Gus Dur selalu memberi inspirasi bangsa ini melalui perjuangan hak-hak kaum tertindas seperti Tionghoa, Ahmadiyah, Syiah, Eks Tapol. Namun, tidak semua kalangan minoritas dibela oleh Gus Dur. Ia tidak mendukung kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual (LGBT). Menurut Gus Dur, LBGT berkaitan dengan ‘hambatan’ dalam kejiwaan manusia, karena menyalahi kodrat manusia.

3. Gus Dur Menguasai 4 Bahasa Asing (Bahasa Arab, Belanda, Jerman, Inggris)

Ketika Gus Dur mengijak usia muda, sudah piawai dan menguasai 4 bahasa asing. Termasuk Bahasa Belanda dan Bahasa Jerman. Semua hal itu berkat guru lesnya, Willem Buhl (Iskandar) dan Rubiah. Pada saat Gus Dur masih anak-anak, sudah dibiasakan membaca buku yang menggunakan bahasa asing, termasuk Bahasa Inggris.

4. Gus Dur Bersahabat dengan Orang Yahudi

Ilustrasi orang Yahudi. Tembok ratapan.
Ilustrasi orang Yahudi. Tembok ratapan. (Foto: Pixabay)

Di masa Gus Dur menjadi Presiden RI Ke-4, sempat melontarkan narasi hubungan dagang dengan Zionis. Kedekatan Indonesia dan Israel makin intens, bahkan dia memiliki sahabat Yahudi dan berkunjung ke Israel. Saat kuliah di Irak, Gus Dur juga punya sahabat Yahudi bernama Ramin. Hampir setiap pekan, Ramin dan Gus Dur bertemu membahas filsafat, agama dan politik.

5. Nama Lengkap Gus Dur saat Kelahiran

Gus Dur yang kita kenal bernama KH. Abdurrahman Wahid. Namun tidak banyak diketahui orang bahwa nama Gus Dur sewaktu lahir ialah Abdurrahman Addakhil yang berarti ‘Sang Penakluk’. Nama tersebut diambil dari salah satu penguasa yang sempat hidup pada masa Dinasti Umayah II. Nama lengkap Gus Dur semasa lahir itulah yang jarang diketahui orang.

6. Gus Dur Punya 2 Tanggal Lahir Berbeda

Gus Dur memiliki 2 tanggal lahir. Sebagian dokumen menyebut Gus Dur lahir pada 07 September 1940, bukan 04 Agustus 1940. Menurut dokumen resmi, Gus Dur lahir pada 07 September 1940 di Jombang, Jawa Timur. Maka dari itu, 04 Agustus 1940 merupakan kelahiran Gus Dur yang sering disebut sebagai peringatan Harlah Gus Dur dan 07 September 1940 adalah hari kelahiran Gus Dur yang asli.

7. Gus Dur Punya 10 Gelar Doktor Honoris Causa

Bila ditelisik dari catatn sejarah, Gus Dur merupakan Presiden RI yang memiliki gelar Dr. (HC) terbanyak. Sebagian besar gelar tersebut bukan diberikan perguruan tinggi dalam negeri, justru perguruan tinggi di luar negeri yang banyak memberikan predikat tersebut pada Gus Dur. Walau di foto presiden, Gus Dur hanya menulis namanya ‘KH. Abdurrahman Wahid’. Tidak menyematkan gelar doktor honoris causanya.

8. Gus Dur Menikahi Santrinya dengan Jarak Jauh

Gus Dur meminta tolong kakeknya, KH. Bisri Syansuri, untuk menjadi wakil untuk melamar gadis pujaan hatinya itu yang tak lain merupakan mantan santrinya sendiri di Pesantren Tambakberas. Tidak hanya itu, Gus Dur meminta tolong pada kakeknya untuk mewakili dalam pernikahan tersebut. Gadis itu bernama Sinta Nuriyah, putri H. Abdulah Syukur. Lantas pada 11 Juli 1968, Gus Dur melangsungkan pernikahan jarak jauh tersebut.

9. Gus Dur Tidak Memiliki Dompet dan ATM

Ada rahasia unik yang dibeberkan Priyo Sambadha, Staf Pribadi Ibu Negara Ke-4 yang juga Ketua dan Pendiri Barikade Kader Gus Dur. Rahasia itu ialah Gus Dur tidak memiliki dompet. Gus Dur tidak punya ATM juga, apalagi kartu kredit, sampai uang tunai. Lantaran saat memiliki uang, tidak bertahan lama, langsung diberikan pada orang-orang yang membutuhkan dan meminta bantuan padanya.

10. Gus Dur Mendapat Penghargaan Pluralisme

Merupakan satu-satunya Presiden RI yang memeroleh penghargaan pluralisme. Gus Dur dikenal dengan Bapak Pluralisme oleh masyarakat Tionghoa dan keturunannya berkat mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat China. Pada 1993, Gus Dur menerima Ramon Magysaysay Award, penghargaan yang cukup prestisius untuk kategori Community Leadership.

Itulah 10 hal dari Gus Dur yang jarang diketahui oleh orang. Banyak teladan dan pelajaran yang dapat diambil dari sosok Gus Dur, mengingat kendati jabatan presiden begitu singkat, namun peran yang dibawa Gus Dur dalam pluralisme, multikultural, antaretnis, antarbudaya, dan sebagainya, begitu besar dan membawa kedamaian di tengah masyarakat. (Rangga Aji/gg)

 

Referensi: Jooinfo, NU Lampung, Harakah ID

  • Bagikan